Pavlo Kot

Asabri perluas program literasi keuangan untuk mitigasi kejahatan digital peserta di Indonesia

Asabri perluas program literasi keuangan untuk mitigasi kejahatan digital peserta di Indonesia
Asabri tangkal kejahatan digital

PT Asabri (Persero) memperluas pelaksanaan Program Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi, atau PUNDI, bagi peserta aktif di 32 kantor cabang di seluruh Indonesia. Program yang menjangkau 3.503 peserta ini menambah fokus pada pencegahan penipuan dan kejahatan digital di tengah kebutuhan perlindungan finansial bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN terkait.

Sorotan

  • Asabri menjalankan Program PUNDI sejak 30 Oktober 2026 dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan, BSI, BRI, Bank Mantap, BTN, dan lembaga pendidikan di lima kota.
  • Materi literasi keuangan fokus pada pengelolaan keuangan, pemahaman risiko investasi, serta pencegahan kejahatan digital bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN Kemenhan serta Polri.
  • Program PUNDI dirancang sesuai kebutuhan peserta dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 4, meningkatkan perlindungan finansial serta mitigasi risiko kejahatan digital.

Cakupan program dan kolaborasi pelaksana

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Asabri menjalankan Program PUNDI dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan, mitra kerja pembayaran perusahaan yakni BSI, BRI, Bank Mantap, dan BTN, serta sejumlah lembaga pendidikan di berbagai daerah. Program ini memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan finansial, investasi, serta langkah pencegahan terhadap penipuan dan kejahatan digital.

Direktur Utama PT Asabri (Persero) Jeffry Haryadi P. Manullang mengatakan edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap penipuan digital menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan perlindungan dan manfaat yang relevan bagi peserta. Dalam keterangannya pada Jumat, 30 Oktober 2026, ia menyatakan kolaborasi program berlangsung dengan institusi di Jakarta, Balikpapan, Kendari, Makassar, dan Pontianak.

Asabri menyebut program tersebut sejalan dengan visinya sebagai pengelola asuransi sosial yang tepercaya, profesional, dan peduli terhadap kesejahteraan peserta. Materi edukasi menyasar prajurit TNI, anggota Polri, serta ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri, dengan penekanan pada pengelolaan keuangan dan pemahaman risiko investasi sejak masa aktif berdinas.

Dampak bagi peserta dan perlindungan finansial

Perusahaan berharap peserta menjadi lebih bijak dalam mengelola keuangan, memahami risiko investasi, dan menyiapkan kebutuhan finansial untuk masa depan. Sekretaris Perusahaan Asabri, Okki Jatnika, mengatakan materi PUNDI dirancang sesuai kebutuhan peserta, mulai dari perencanaan keuangan hingga perlindungan terhadap kejahatan digital agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta, Nova Rudhian Pradana Yudha dari Kesdam V/Brawijaya di Malang, menilai materi PUNDI meningkatkan pemahamannya mengenai pengelolaan uang, investasi, dan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Ia mengatakan peserta diingatkan untuk tidak membagikan data pribadi dan kode OTP, serta selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi atas instruksi yang mengatasnamakan Asabri maupun petugas pajak.

Pelaksanaan PUNDI juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan pengetahuan peserta dalam pengelolaan keuangan. Melalui program ini, Asabri menyatakan komitmennya untuk memperkuat pemahaman finansial peserta secara berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap kesejahteraan mereka.

Rencana perubahan skema pembayaran pensiun ASN mulai 2027 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, dengan penyaluran manfaat yang direncanakan langsung dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke rekening peserta. Kami mengulas dukungan PT Taspen terhadap kebijakan ini, sekaligus potensi dampaknya pada tata kelola penyaluran dan peran jaringan 46 mitra pembayaran yang selama ini membantu distribusi manfaat pensiun di berbagai daerah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.