BCA naikkan target pertumbuhan kredit 2026 seiring dorongan korporasi dan UKM
Likuiditas industri perbankan yang makin ketat tidak menghalangi PT Bank Central Asia Tbk menaikkan target pertumbuhan kredit tahun buku 2026 menjadi 10% hingga 11%. Revisi dari kisaran sebelumnya 8% hingga 10% itu ditopang oleh ekspansi kredit korporasi dan UKM, sementara segmen konsumer masih bergerak lebih lambat.
Sorotan
- BCA merevisi naik target pertumbuhan kredit 2026 didukung kuatnya permintaan dari segmen korporasi dan UKM meski likuiditas industri perbankan ketat.
- Rasio pinjaman terhadap simpanan BCA berada di akhir 70% hingga awal 80%, mencerminkan ruang ekspansi likuiditas dibanding bank pesaing.
- Outstanding kredit konsumer BCA tertahan pelunasan otomotif Rp 9–10 triliun per kuartal, melebihi kredit baru Rp 6–7 triliun per kuartal.
Pendorong revisi target kredit 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin menyampaikan manajemen BCA mengungkap revisi target tersebut dalam diskusi Banking Week bersama tim Investor Relations BCA pada 5 November 2026. Kenaikan sasaran kredit itu didukung ketahanan permintaan dari segmen korporasi dan usaha kecil menengah di tengah tekanan likuiditas yang lebih ketat di industri perbankan.Pertumbuhan kredit korporasi BCA juga terbantu oleh keberhasilan perseroan merebut pangsa pasar dari sejumlah bank pesaing yang menghadapi tekanan likuiditas lebih besar. Dari sisi likuiditas, BCA masih memiliki ruang yang memadai dengan rasio pinjaman terhadap simpanan berada di kisaran akhir 70% hingga awal 80%.
Kredit investasi menjadi kontributor utama ekspansi korporasi, terutama pada manufaktur dan sektor terkait seperti telekomunikasi, teknologi informasi, minyak nabati, pertanian, serta petrokimia. Di segmen UKM, pertumbuhan ditopang oleh peningkatan kebutuhan modal kerja musiman, sedangkan kredit konsumer masih relatif lemah karena pembiayaan kendaraan bermotor belum pulih signifikan.
Pelunasan kredit otomotif tercatat sekitar Rp 9 triliun hingga Rp 10 triliun per kuartal, lebih tinggi daripada pembukuan kredit baru yang hanya sekitar Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun. Kondisi itu membatasi pertumbuhan outstanding kredit konsumer BCA. Memasuki 2027, manajemen memperkirakan pertumbuhan kredit akan relatif sebanding dengan proyeksi tahun ini, sehingga ekspansi volume bisnis masih menjadi penggerak utama pertumbuhan laba.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit BCA hingga Agustus 2026, kami mencatat penyaluran kredit bank only tumbuh 10,5% yoy menjadi Rp 1.017 triliun, ditopang segmen korporasi, komersial, dan UKM. Kami juga menyoroti kredit UKM yang tumbuh lebih cepat dari rata-rata industri, sementara kualitas aset tetap terjaga dengan NPL 1,8% dan loan at risk 4,7%, menunjukkan ekspansi kredit yang masih terkendali dari sisi risiko.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto