LPS mencatat indeks tabungan dan kepercayaan konsumen menguat pada Mei 2026
Survei konsumen terbaru menunjukkan niat menabung dan optimisme rumah tangga di Indonesia membaik pada Mei 2026, meski kemampuan menabung masih tertahan oleh kebutuhan pengeluaran. Penguatan ini terlihat dari kenaikan Indeks Menabung Konsumen menjadi 80,2 dan Indeks Kepercayaan Konsumen menjadi 92, dengan dorongan utama dari persepsi ekonomi lokal, lapangan kerja, serta prospek pendapatan.
Sorotan
- Indeks Menabung Konsumen naik 0,5 poin ke 80,2 pada Mei 2026, didorong Indeks Kemauan Menabung yang meningkat 1,0 poin menjadi 86,7.
- Indeks Kepercayaan Konsumen meningkat 2,8 poin ke 92 pada Mei 2026, didukung kenaikan Indeks Situasi Saat Ini 3,8 poin dan Indeks Ekspektasi 2,1 poin.
- Rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan mencatat kenaikan IKK terbesar 8,2 poin, sedangkan kelompok di atas Rp7 juta turun 5,4 poin.
Pergerakan indeks dan rincian survei Mei 2026
Menurut LPS, hasil Survei Konsumen dan Perekonomian menunjukkan Indeks Menabung Konsumen naik 0,5 poin dibanding April 2026 menjadi 80,2 pada Mei 2026. Kenaikan itu terutama ditopang oleh Indeks Kemauan Menabung yang meningkat 1,0 poin ke 86,7, sementara Indeks Kemampuan Menabung tetap stabil di 73,6.Kenaikan kemauan menabung tercermin dari bertambahnya responden yang menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menabung, dari 23,5% pada April 2026 menjadi 25,5% pada Mei 2026. Sementara itu, porsi responden yang memandang tiga bulan mendatang sebagai waktu yang tepat untuk menabung tetap berada di 33,7%.
Di sisi lain, stabilnya kemampuan menabung menunjukkan perbaikan frekuensi menabung masih terbatas. Porsi responden yang menyatakan sering menabung naik dari 16,7% menjadi 18,9%, namun persentase responden yang mengatakan jumlah tabungan lebih kecil dari rencana juga naik tipis dari 38,9% menjadi 39,1%.
Berdasarkan kelompok pendapatan rumah tangga, IMK pada mayoritas kelompok melemah pada Mei 2026. Penurunan terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan, turun 4,5 poin, disusul kelompok di atas Rp3 juta sampai Rp7 juta yang turun 1,7 poin dan kelompok hingga Rp1,5 juta yang turun 1,2 poin, sementara kelompok Rp1,5 juta sampai Rp3 juta naik 5,0 poin.
Dorongan ekonomi dan dampak pada kelompok pendapatan
Indeks Kepercayaan Konsumen juga menguat 2,8 poin pada Mei 2026 menjadi 92. Kenaikan itu didorong oleh Indeks Situasi Saat Ini yang naik 3,8 poin ke 72,3 dan Indeks Ekspektasi yang naik 2,1 poin ke 108,2, mencerminkan membaiknya penilaian terhadap ekonomi lokal dan lapangan kerja, serta tetap terjaganya optimisme atas prospek ekonomi dan pendapatan.Penguatan kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk bantuan sosial, penambahan lapangan kerja yang dinilai memadai, perbaikan infrastruktur umum, keberadaan proyek pemerintah atau swasta, dan mulai beroperasinya usaha baru. Namun, kenaikan itu masih terbatas karena gangguan di sektor pertanian yang memicu kegagalan panen saat masa panen raya, serta kenaikan harga BBM nonsubsidi dan elpiji.
Menurut kelompok pendapatan, IKK naik pada hampir seluruh rumah tangga pada Mei 2026 dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan, sebesar 8,2 poin, diikuti kelompok di atas Rp1,5 juta sampai Rp3 juta sebesar 3,7 poin dan kelompok di atas Rp3 juta sampai Rp7 juta sebesar 1,9 poin, sedangkan kelompok di atas Rp7 juta turun 5,4 poin meski masih bertahan di atas level 100.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang dampak kenaikan BI Rate ke 5,5% terhadap persaingan dana pihak ketiga, kami membahas bagaimana bank-bank menimbang kenaikan bunga simpanan untuk menjaga basis dana nasabah. Kami juga menyoroti bahwa dominasi deposito dapat membuat cost of fund lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga, sehingga bank perlu lebih selektif dalam pengelolaan likuiditas dan penyaluran kredit.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto