OJK siapkan tiga fokus pengembangan literasi keuangan syariah di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan sedang menyiapkan tiga fokus pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk membuat program lebih terarah, optimal, dan berkelanjutan. Langkah ini diarahkan agar penggunaan produk keuangan syariah meningkat dan memberi dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.
Sorotan
- OJK menetapkan tiga fokus utama pengembangan literasi keuangan syariah hingga 2026: strategi berbasis data, digitalisasi, dan sinergi pemangku kepentingan.
- POKJA LIKS, dibentuk pada 2024, rutin menyampaikan rekomendasi dan evaluasi yang memperbaiki kebijakan literasi dan inklusi keuangan syariah serta penguatan program.
- OJK menggelar berbagai inisiatif seperti Olympiad, Expo, dan forum bisnis demi perluasan pemanfaatan serta inklusi produk keuangan syariah di seluruh Indonesia.
Agenda penguatan literasi syariah 2026
Dalam siaran pers Otoritas Jasa Keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan POKJA LIKS 2026 difokuskan pada tiga agenda utama yang mencakup penyusunan strategi berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat.Fokus kedua adalah mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, dan financial health. Fokus ketiga adalah memperkuat sinergi antarpihak agar menghasilkan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti.
Dicky menyatakan POKJA LIKS memiliki posisi sebagai mitra strategis OJK, bukan hanya forum koordinasi, tetapi juga ruang untuk menyatukan gagasan, menggerakkan aksi, dan menghadirkan dampak nyata dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Ia menambahkan program yang dijalankan diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menggunakan produk keuangan syariah.
Pertemuan pertama POKJA LIKS 2026 digelar di kantor OJK pada Senin, 20 Juli, dan turut dihadiri Ketua Badan Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Cholil Nafis, bersama pengurus, perwakilan organisasi profesi dan kemasyarakatan, asosiasi, Self Regulatory Organization di sektor jasa keuangan syariah, akademisi, tokoh perempuan, influencer, serta anggota internal dari kompartemen syariah OJK.
Dampak bagi industri dan perluasan jangkauan
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, M. Ismail Riyadi, mengatakan sejak dibentuk pada 2024, POKJA LIKS telah berperan aktif merumuskan program edukasi dan inklusi keuangan syariah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan mendorong perekonomian.Menurut Ismail, rekomendasi, evaluasi, dan masukan yang disampaikan secara berkala membantu penyempurnaan program kerja, perumusan inisiatif baru, dan penguatan arah kebijakan literasi serta inklusi keuangan syariah. Namun, pelaksanaan program masih perlu terus dikembangkan, terutama dalam pemerataan jangkauan, keberlanjutan program, dan konversi pemahaman menjadi penggunaan produk keuangan syariah.
Sejauh ini OJK telah menjalankan sejumlah inisiatif untuk mendorong literasi keuangan syariah, antara lain Indonesia Sharia Financial Olympiad, Gebyar Ramadan Keuangan Syariah, Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah, Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah, dan School of Syariah.
Regulator juga mendorong business matching melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah dan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah, serta menggelar Syariah Financial Fair dan Expo Keuangan dan Seminar Syariah untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah. Upaya itu menunjukkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen kini ditempatkan sebagai fondasi bersama bagi pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah di Indonesia.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang OCBC Syariah yang belum berencana melakukan spin off menjadi Bank Umum Syariah, bank ini menegaskan tetap mempertahankan model Unit Usaha Syariah untuk memaksimalkan sinergi dengan bank induk, termasuk dari sisi jaringan, teknologi, dan pengembangan produk. Kami juga mencatat fokus OCBC Syariah pada segmen nasabah affluent melalui layanan OCBC Premier Banking dengan Solusi Syariah, disertai strategi penghimpunan dana dan pembiayaan selektif sambil tetap mendukung arah konsolidasi industri yang didorong OJK.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto