Harga BBM Indonesia bertahan saat lonjakan minyak dunia menekan pasar

Harga BBM Indonesia bertahan saat lonjakan minyak dunia menekan pasar
Harga BBM tetap stabil

Kenaikan harga minyak mentah global belum memicu perubahan harga bahan bakar di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP pada Senin, 13 Juli 2026. Kondisi ini terjadi setelah operator utama lebih dulu menurunkan sejumlah harga BBM non-subsidi sejak 1 Juli 2026, sementara produk subsidi tetap tidak berubah.

Sorotan

  • Harga BBM di jaringan Pertamina, Shell, Vivo, dan BP pada 13 Juli 2026 tetap, meski harga minyak dunia naik sekitar 3 persen.
  • Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.300, Pertamina Dex menjadi Rp21.150, dan Dexlite menjadi Rp19.700 per liter sejak 1 Juli 2026.
  • Operator ritel BBM menahan penyesuaian harga lebih lanjut pada pertengahan Juli meskipun tekanan pasar minyak global meningkat, menjaga harga di pompa tetap stabil.

Pergerakan harga dan penyesuaian per 13 Juli

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga BBM di jaringan Pertamina, Shell, Vivo, dan BP pada 13 Juli 2026 masih sama meski minyak dunia naik sekitar 3 persen di tengah memanasnya perang U.S.-Iran. Minyak mentah Brent naik USD2,34 atau 3,08 persen menjadi USD78,35 pada pukul 23:11 GMT, sedangkan West Texas Intermediate U.S. naik USD2,21 atau 3,09 persen menjadi USD73,62 per barel.

Pertamina telah menyesuaikan harga sejak 1 Juli 2026. Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp29.750 per liter, Pertamina Dex turun menjadi Rp21.150 per liter dari Rp24.800 per liter, dan Dexlite turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter.

Untuk produk lain, Pertamax tetap Rp16.250 per liter dan Pertamax Green tetap Rp17.000 per liter. BBM subsidi juga tidak berubah, dengan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Dampak bagi pasar ritel BBM

Di SPBU swasta, Shell sejak awal bulan menetapkan harga Shell V-Power Diesel sebesar Rp21.340 per liter dari sebelumnya Rp24.490 per liter. Vivo Energy menjual Diesel Primus Rp21.340 per liter, Revvo 92 Rp16.670 per liter, dan Revvo 95 Rp17.240 per liter.

BP juga memberlakukan penyesuaian pada sejumlah produknya. BP 92 dipasarkan Rp16.670 per liter, BP 95 dijual Rp17.240 per liter, dan Ultimate Diesel dibanderol Rp21.340 per liter.

Stabilnya harga pada pertengahan Juli menunjukkan operator ritel BBM masih menahan penyesuaian lanjutan meski tekanan dari pasar minyak global meningkat. Bagi konsumen, kondisi ini menjaga harga di pompa tetap sama untuk sementara waktu, terutama setelah penurunan harga non-subsidi pada awal bulan.

Penyesuaian harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 menjadi fokus bahasan kami sebelumnya, dengan penurunan pada sejumlah produk nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sementara Pertamax, Pertamax Green, serta Pertalite tetap. Kami juga menyoroti bahwa evaluasi berkala harga ini dipengaruhi dinamika minyak dunia, aspek fiskal, daya beli, dan kondisi ekonomi, di tengah pemerintah yang cenderung menahan kenaikan BBM subsidi saat risiko geopolitik meningkat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.