Pertamina janji benahi distribusi usai antrean BBM ganggu Bali
Gangguan distribusi bahan bakar di Bali mendorong Pertamina menyampaikan permintaan maaf setelah antrean panjang sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan ekonomi setempat. Perusahaan menyatakan pembenahan operasional segera dilakukan, sementara pemerintah menilai pasokan di tingkat hilir kini kembali normal dan cadangan akan diperkuat.
Sorotan
- Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan permintaan maaf dan komitmen evaluasi logistik usai antrean BBM akibat gangguan distribusi di Bali.
- Setelah rapat koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, aktivitas pengisian BBM di seluruh SPBU Bali telah pulih dan kembali beroperasi normal.
- Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM Bali yang sebelumnya hanya cukup untuk 11-12 hari akan ditingkatkan menjadi 15 hari guna memperkuat ketahanan pasokan.
Pemulihan pasokan dan evaluasi distribusi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas kelangkaan BBM yang sempat memicu antrean panjang kendaraan di Bali akibat hambatan distribusi pasokan. Dalam jumpa pers di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026), ia mengatakan gangguan teknis pengiriman telah mengganggu kenyamanan publik dan perseroan berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang.Pertamina menyatakan telah menggelar evaluasi menyeluruh terhadap manajemen logistik untuk memastikan keandalan pasokan energi kembali terjaga secara berkelanjutan. Simon menegaskan kelancaran suplai bahan bakar menjadi prioritas utama perusahaan karena energi berperan vital dalam menopang aktivitas ekonomi Bali, termasuk pariwisata, UMKM, dan kegiatan usaha lainnya.
Dampak bagi Bali dan langkah penguatan cadangan
Menyikapi krisis pasokan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memimpin rapat koordinasi penanganan distribusi bersama jajaran direksi Pertamina, BPH Migas, dan Pemerintah Provinsi Bali. Berdasarkan evaluasi lintas instansi, aktivitas pengisian bahan bakar di tingkat hilir kini telah pulih dan seluruh SPBU disebut kembali beroperasi normal.Bahlil mengatakan cadangan BBM di Bali yang saat ini berada pada kisaran 11 hingga 12 hari akan ditingkatkan menjadi 15 hari. Ia juga menjelaskan keterlambatan pelayaran armada pengangkut dari Pulau Jawa menjadi faktor utama yang sempat menekan ketahanan stok harian di Pulau Dewata, dengan penurunan cadangan sekitar tiga sampai empat hari dalam beberapa hari sebelumnya sebelum mulai pulih pada hari ini.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang imbauan anti-penimbunan BBM subsidi di Bali, kami menyoroti langkah PT Pertamina Patra Niaga yang meminta masyarakat tidak menimbun atau menyalahgunakan BBM di tengah proses normalisasi distribusi. Kami juga menjelaskan mekanisme pelaporan dugaan penimbunan melalui Contact Center 135 serta mengingatkan adanya sanksi pidana bagi penyalahgunaan BBM subsidi, agar penyaluran tetap lancar dan tepat sasaran.
Berita Supply Chain Terbaru
- Forex
- Crypto