Industri kecantikan nasional dinilai memiliki ruang pertumbuhan besar seiring penguatan basis produksi dalam negeri dan perluasan akses pasar. Pemerintah juga melihat peluang yang lebih luas di pasar global, dengan ekspor produk beauty and personal care Indonesia pada 2025 mencapai USD 2,05 miliar.
Sorotan
- Kementerian Perdagangan Indonesia menilai penguatan kualitas, sertifikasi, identitas merek, dan inovasi kemasan penting bagi daya saing industri kecantikan lokal.
- Ekspor produk beauty and personal care Indonesia diproyeksikan mencapai USD 2,05 miliar pada 2025, naik 16,19 persen tahun-ke-tahun menurut Badan Pusat Statistik.
- Kementerian Perdagangan mendorong penguatan ekosistem dagang melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, jaringan ritel, dan platform digital.
Strategi penguatan daya saing produk lokal
Seperti disampaikan Kementerian Perdagangan Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyatakan industri kecantikan nasional berpotensi berkembang dan bersaing di pasar global dalam wawancara CNBC Indonesia serta acara Road to Award CNBC Indonesia Awards, Best Beauty and Clinic, di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Rabu, 28 Okt.Ia mengatakan potensi tersebut ditopang oleh industri kosmetik dalam negeri yang didominasi industri kecil dan menengah. Karena itu, penguatan daya saing produk kecantikan lokal dinilai perlu difokuskan pada peningkatan kualitas, pemenuhan sertifikasi, penguatan identitas merek, serta inovasi desain kemasan.
Dorongan ekspor dan kolaborasi ekosistem dagang
Selain memperkuat pasar domestik, Kementerian Perdagangan juga menyoroti peluang ekspor bagi produk kecantikan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor produk beauty and personal care Indonesia pada 2025 mencapai USD 2,05 miliar, naik 16,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Kementerian Perdagangan menyatakan terus mendorong penguatan ekosistem perdagangan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, jaringan ritel, dan platform digital. Dalam kegiatan itu, Dyah Roro Esti didampingi Direktur Bina Usaha Perdagangan Franciska Simanjuntak.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, kami mengulas pembukaan TEI di ICE BSD City sebagai ajang strategis untuk memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk bernilai tambah. Kami juga menyoroti target transaksi ekspor, besarnya partisipasi buyer internasional dan eksibitor, serta dorongan pemerintah agar pelaku usaha memanfaatkan pameran untuk membangun jejaring dan kerja sama dagang jangka panjang.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto