BI Aceh catat kredit UMKM tumbuh 11,05%, NPL mendekati ambang 5%
Pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di Aceh masih bertumbuh dua digit di tengah porsi penyaluran yang sudah mencapai seperempat dari total kredit di daerah itu. Namun kualitas kredit tetap menjadi sorotan karena rasio kredit bermasalah UMKM berada di 4,06% pada kuartal III, level yang dinilai mendekati batas kewaspadaan perbankan.
Sorotan
- Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit UMKM di Aceh sebesar 11,05% secara tahunan per kuartal III, dengan porsi 25,67% dari total pembiayaan.
- Rasio NPL UMKM Aceh turun menjadi 4,06% pada kuartal III dari 4,39% di kuartal sebelumnya, mendekati ambang batas waspada 5% menurut BI.
- BI Aceh memperkuat pendampingan dan business matching guna menjaga akses pendanaan dan kualitas kredit UMKM, terutama pasca-relaksasi kredit bencana.
Pertumbuhan pembiayaan dan risiko kualitas kredit
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Bank Indonesia mencatat pembiayaan UMKM di Provinsi Aceh tumbuh 11,05% secara tahunan, dengan porsi terhadap total pembiayaan mencapai 25,67%. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini mengatakan pertumbuhan itu masih bertahan di level dua digit.Di saat yang sama, BI menyoroti rasio non-performing loan UMKM di Aceh yang tercatat 4,06% pada kuartal III, turun dari 4,39% pada kuartal sebelumnya. Meski menurun, Agus menilai level tersebut tetap perlu dicermati karena dalam praktik perbankan ambang yang perlu diwaspadai berada di sekitar 5%.
Ia juga mengatakan penurunan NPL itu masih perlu didalami lebih lanjut karena ada kebijakan relaksasi kredit bagi debitur terdampak bencana yang berpotensi memengaruhi pencatatan kualitas kredit. BI menyatakan masih mencermati sampai kapan relaksasi itu berlaku, karena terdapat kekhawatiran tingkat kredit bermasalah yang sebenarnya bisa lebih tinggi setelah masa relaksasi berakhir.
Upaya BI menjaga akses pembiayaan UMKM
Untuk menjaga kualitas pembiayaan UMKM, BI Aceh mendorong penguatan pendampingan dan akses pendanaan bagi pelaku usaha. Salah satu langkahnya adalah program business matching yang mempertemukan UMKM potensial dengan lembaga keuangan.Agus menjelaskan BI memiliki daftar UMKM binaan yang dinilai siap memperoleh pembiayaan, lalu menyampaikannya kepada lembaga keuangan agar pelaku usaha yang membutuhkan modal lebih mudah mengakses pendanaan. Selain itu, BI juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan kepada UMKM guna meningkatkan kapasitas usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis, terutama setelah terdampak bencana.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit BCA dan pembiayaan UKM, kami mencatat penyaluran kredit bank ini terus meningkat hingga Agustus 2026, dengan kredit UKM tumbuh lebih cepat daripada rata-rata industri. Ulasan tersebut juga menekankan bahwa ekspansi tetap disertai prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio NPL yang rendah dan fokus bank menjaga kualitas aset di tengah dorongan pembiayaan usaha.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto