Antam didorong perkuat tata kelola emas lewat skema koperasi
Dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI dengan PT Aneka Tambang Tbk pada Rabu, isu penambangan emas ilegal dan penguatan tata kelola bisnis emas menjadi salah satu pokok bahasan di tengah tekanan harga komoditas global sepanjang 2025. Nurdin Halid menyatakan pendekatan koperasi dapat menjadi jalur penyelesaian untuk aktivitas tambang emas ilegal, sambil mendorong Antam terlibat lebih aktif dalam program strategis nasional.
Sorotan
- Komisi VI DPR RI mendorong penguatan tata kelola emas dengan skema koperasi untuk memberantas tambang ilegal dan distribusi manfaat lebih adil.
- Antam mengadopsi strategi omnichannel termasuk pengembangan platform emas digital Brankas, memperluas akses pasar korporasi dan ritel untuk produk dan layanan emas.
- Implementasi skema koperasi pada tambang emas dinilai dapat memperkuat pengawasan, memperjelas jalur pemasaran, dan mendukung hilirisasi sektor pertambangan nasional.
Tekanan harga dan agenda tata kelola emas
Komisi VI DPR RI menempatkan sektor pertambangan sebagai penopang penting hilirisasi mineral dan transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah. Dalam forum itu, Nurdin Halid mengatakan rantai pasok industri dari hulu hingga hilir perlu ditopang oleh pengelolaan tambang yang lebih kuat. Ia juga menekankan penguatan tata kelola, khususnya pada komoditas emas, agar manfaat ekonomi dapat lebih merata dan praktik yang merugikan dapat ditekan.Menurut Nurdin, penambangan emas ilegal dapat diselesaikan melalui pendekatan koperasi, dengan mengacu pada skema yang disebut telah diterapkan PT Timah. Skema tersebut dinilai dapat memberi manfaat yang lebih adil kepada penambang sekaligus mengurangi peran perantara. Dorongan ini juga diarahkan agar perusahaan tambang besar seperti Antam mengambil peran dalam ekosistem tambang yang lebih tertata.Strategi penjualan Antam untuk pasar korporasi dan ritel
Direktur Utama Antam, Untung Budiarto, mengatakan perseroan terus memperkuat tata kelola bisnis emas melalui transparansi dan pengembangan kanal penjualan terintegrasi. Antam mengadopsi pendekatan omnichannel untuk menjangkau pasar lebih luas pada segmen korporasi dan ritel. Model ini mencakup penjualan emas fisik, jasa emas, dan emas digital.Pada segmen B2B, Antam melayani pelanggan korporasi dan wholesale, termasuk layanan pemurnian serta analisis emas. Perseroan juga menyediakan platform emas digital Brankas untuk korporasi. Langkah ini menunjukkan fokus Antam pada perluasan akses pasar sekaligus penguatan layanan bernilai tambah di bisnis emas.Dampak bagi ekosistem tambang nasional
Usulan koperasi menempatkan formalitas usaha dan distribusi manfaat sebagai isu utama dalam penanganan tambang emas ilegal di Indonesia. Bila diterapkan lebih luas, pendekatan itu dapat memperkuat pengawasan, memperjelas jalur pemasaran, dan menghubungkan penambang dengan pelaku industri resmi. Bagi sektor pertambangan, arah kebijakan ini juga sejalan dengan dorongan hilirisasi dan pembenahan tata kelola yang terus menjadi perhatian pemerintah dan DPR.Sebelumnya, kami melaporkan kenaikan harga emas batangan Antam di awal April 2026, dengan harga jual dan buyback sama-sama menguat, disertai penjelasan ketentuan PPN yang tidak dipungut serta PPh 22 yang tetap berlaku. Laporan tersebut juga menyoroti keterbatasan ketersediaan beberapa pecahan di kanal resmi, yang berpotensi memengaruhi volume dan keputusan transaksi ritel di Jakarta.
Berita Agnico Eagle Terbaru
- Forex
- Crypto