Pemerintah tahan kenaikan BBM di tengah tekanan ekonomi dan risiko pasokan energi
Pemerintah menahan kenaikan harga BBM karena tekanan ekonomi masyarakat dinilai tinggi, menurut pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Rabu. Ia mengatakan kondisi daya beli saat ini memiliki kemiripan dengan masa Covid-19, sementara gejolak perang Iran ikut memengaruhi dinamika harga minyak dan memperbesar kehati-hatian pemerintah dalam menjaga stabilitas energi.
Sorotan
- Pemerintah menahan kenaikan harga BBM guna melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang hampir setara masa pandemi.
- Pada 4 April, cadangan LPG nasional sempat di bawah 10 hari akibat 75% kebutuhan masih impor, namun negosiasi impor membuat pasokan kini kembali aman.
- Percepatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur dilakukan untuk menambah produksi bensin, solar, dan LPG domestik.
Tekanan daya beli dan alasan kebijakan harga
Bahlil mengatakan harga BBM dalam negeri tidak dinaikkan karena pemerintah menilai masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Menurut dia, situasi ini berbeda tipis dengan masa pandemi Covid-19 dari sisi beban ekonomi, meski aktivitas sosial kini sudah kembali normal. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga kepekaan terhadap kondisi rumah tangga ketika gejolak global masih membayangi pasar energi.Cadangan LPG sempat di bawah batas aman
Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi persoalan struktural pada pasokan LPG karena ketergantungan impor yang tinggi. Bahlil menyebut sekitar 75 persen kebutuhan LPG nasional masih berasal dari impor, sedangkan dari total konsumsi 8,5 juta ton per tahun, produksi domestik baru sekitar 1,6 juta ton. Ia juga mengungkapkan bahwa pada 4 April cadangan LPG nasional sempat berada di bawah 10 hari, atau lebih rendah dari batas ideal ketahanan energi nasional. Pemerintah kemudian mengalihkan sejumlah kargo LPG lewat negosiasi dengan Jepang, Australia, dan Brunei Darussalam, sehingga pasokan kembali aman. Saat ini, menurut dia, kapal pengangkut sudah mulai masuk dan cadangan LPG sudah kembali berada di atas 10 hari.Upaya tambah produksi energi domestik
Selain mengamankan pasokan jangka pendek, pemerintah terus mendorong kenaikan produksi energi di dalam negeri. Salah satu langkah yang disebutkan adalah percepatan proyek Refinery Development Master Plan, RDMP, di Kalimantan Timur yang ditujukan untuk menambah produksi bensin, solar, dan LPG. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat stabilitas energi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.Kami sebelumnya melaporkan komitmen pemerintah mempertahankan BBM bersubsidi setidaknya hingga akhir 2026 untuk melindungi daya beli dan ketahanan energi di tengah volatilitas pasar minyak global. Dalam laporan itu, perhatian juga tertuju pada penguatan pengawasan distribusi—mulai dari validasi ulang penerima melalui MyPertamina, pencocokan data kendaraan, hingga perbaikan rantai pasok—agar subsidi tepat sasaran dan beban fiskal tetap terkendali.
Berita BAT Terbaru
- Forex
- Crypto