Pegadaian buka cabang luar negeri pertama di Timor Leste

Pegadaian buka cabang luar negeri pertama di Timor Leste
Pegadaian ekspansi global

PT Pegadaian meresmikan kantor cabang luar negeri pertamanya di Dili, Timor Leste, menurut siaran pers perusahaan pada Jumat, 10 April 2026. Langkah ini menjadi fase awal ekspansi internasional perseroan dalam ekosistem BRI Group dan memperluas penyaluran layanan keuangan inklusif di luar Indonesia. Kantor tersebut berada di Grand Diocese Colmera Complex, Av. Pres. Nicolau Lobato, Rai Nain, Colmera, Vera Cruz, Dili.

Sorotan

  • Pegadaian membuka cabang luar negeri pertama di Timor Leste, memperluas layanan ultra mikro BRI Group setelah BRI hadir sejak 2017 di negara tersebut.
  • Program Gadai Peduli menawarkan fasilitas bebas sewa modal dua bulan untuk pinjaman maksimal U.S.$100 selama periode April 2026 guna mendukung pelaku usaha lokal.
  • Hingga Desember 2025, holding UMi menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan simpanan emas BRI Group mencapai 17,1 ton, tumbuh 65,5% year on year.

Ekspansi ultra mikro ke pasar Timor Leste

Kehadiran cabang baru ini memperkuat strategi BRI Group untuk memperluas layanan ultra mikro lintas negara. CEO BRI Group Hery Gunardi menyatakan ekspansi tersebut mencerminkan kemitraan yang makin erat antara Indonesia dan Timor Leste, terutama dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, inisiatif itu juga mempertegas kolaborasi lintas negara dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan mudah dijangkau masyarakat.

Eksistensi Pegadaian di Timor Leste menambah jejak BRI Group di negara itu, setelah BRI lebih dulu hadir sejak 2017. Di pasar ini, Pegadaian menargetkan pembiayaan yang lebih mudah diakses bagi pelaku usaha agar memiliki tambahan modal untuk tumbuh. Perseroan juga memperkenalkan program Gadai Peduli atau Gadai Bebas Sewa Modal dengan fasilitas bebas sewa modal selama dua bulan untuk pinjaman maksimal U.S.$100 pada periode April 2026.

Dukungan bagi UMKM dan literasi keuangan

Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro, Pegadaian menyatakan kehadirannya di Timor Leste dirancang untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan bagi segmen ultra mikro dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Bersama BRI, perusahaan melengkapi layanan keuangan yang telah tersedia, sekaligus memperluas akses pembiayaan dan mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan ekspansi ini bukan sekadar langkah bisnis, tetapi juga komitmen untuk menghadirkan solusi keuangan yang inklusif dan terpercaya.

Damar menilai kedekatan geografis dan historis menjadi fondasi bagi kemitraan jangka panjang di Timor Leste. Ia mengatakan Pegadaian ingin membawa pengalaman 125 tahun dalam mendukung UMKM di Indonesia untuk ikut memberdayakan pelaku usaha lokal di negara tersebut. Pendekatan ini menempatkan cabang baru itu sebagai pintu masuk bagi penguatan basis nasabah usaha kecil di pasar tetangga.

Kapasitas holding UMi menopang ekspansi regional

Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif dan mencatat lebih dari 187 juta rekening simpanan mikro. Skala tersebut menunjukkan basis operasional yang menjadi penopang ekspansi Pegadaian ke luar negeri, terutama untuk segmen pembiayaan kecil dan inklusi keuangan. Pada saat yang sama, ekosistem holding UMi BRI Group mencatat 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% secara tahunan.

Pegadaian juga menyebut layanan bullion dan aplikasi digital Tring ikut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Total simpanan emas dalam ekosistem UMi BRI Group mencapai 17,1 ton, tumbuh 65,5% year on year. Data ini menunjukkan cabang di Timor Leste dibuka ketika grup induk sedang memperluas kapabilitas layanan pembiayaan dan simpanan berbasis emas.

Kami sebelumnya melaporkan peresmian kantor cabang pertama PT Pegadaian di luar negeri di Dili, Timor Leste, sebagai bagian dari ekspansi BRI Group dalam layanan ultra mikro lintas negara. Dalam laporan itu, Pegadaian menegaskan fokusnya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil setempat, sekaligus meluncurkan program Gadai Peduli dengan fasilitas bebas sewa modal dua bulan untuk pinjaman maksimal U.S.$100 pada April 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.