BSI perluas layanan investasi emas digital untuk segmen anak muda
Dalam siaran pers yang disampaikan Minggu, 12 April 2026, Bank Syariah Indonesia menyatakan sedang mendorong literasi investasi emas syariah di kalangan generasi muda melalui akses pembelian digital bernilai kecil. Langkah ini disampaikan di Jakarta dalam kuliah umum di Universitas Indonesia, ketika perseroan menekankan emas sebagai instrumen yang diminati karena dinilai tahan inflasi dan memiliki fungsi lindung nilai.
Sorotan
- BSI melalui mobile banking BYOND by BSI kini menawarkan pembelian emas digital mulai Rp50 ribuan per transaksi dan fasilitas transfer serta cetak fisik.
- Jumlah nasabah bank emas BSI melonjak 400% dalam setahun sejak Bullion Bank diresmikan Februari 2025, dengan pengelolaan mencapai 22,5 ton emas hingga Februari 2026.
- BSI aktif memperluas literasi investasi syariah dan inklusi keuangan, terutama emas, bekerja sama dengan OJK dan institusi pendidikan guna memperbesar pangsa pasar perbankan syariah Indonesia.
Akses pembelian emas mulai Rp50 ribuan
BSI menyebut layanan bank emasnya kini dapat diakses melalui mobile banking BYOND by BSI. Nasabah dapat membeli emas mulai sekitar Rp50 ribuan, dengan harga per gram mengikuti harga yang berlaku pada hari transaksi. Emas yang dibeli secara digital juga dapat ditransfer ke rekening emas lain atau dicetak dalam bentuk fisik sesuai kebutuhan.
Menurut perseroan, model layanan ini dirancang agar investasi emas terasa sederhana bagi anak muda, bahkan disamakan dengan kemudahan membeli satu cangkir kopi. BSI juga melakukan pendekatan langsung ke segmen muda dengan cara yang lebih santai untuk memperluas pemahaman tentang investasi syariah. Selain ditabung, emas dalam ekosistem BSI dapat digadaikan untuk kebutuhan mendesak dan tersedia pula fasilitas cicilan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dalam jumlah lebih besar.
Bisnis bullion menjadi mesin pertumbuhan baru
Perseroan menilai perluasan akses emas digital dapat membantu memperluas pasar investasi emas ke lebih banyak lapisan masyarakat. BSI juga berharap BYOND by BSI berkembang menjadi toko emas terbesar di Indonesia yang tersedia 24 jam dan berjalan secara real-time. Fokus ini sejalan dengan upaya bank memperkuat posisi layanan bullion di pasar domestik.
Hingga Februari 2026, BSI mengelola 22,5 ton emas. Jumlah nasabah bank emas juga disebut melonjak 400% dalam satu tahun sejak Bullion Bank diresmikan pada Februari 2025. Kenaikan itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas, di tengah karakter emas sebagai aset safe haven dengan potensi capital gain dan likuiditas tinggi.
Dorongan literasi syariah dan inklusi keuangan
BSI menyatakan ingin meningkatkan literasi investasi syariah, terutama kepemilikan emas, di kalangan anak muda. Menurut bank, generasi muda memiliki horizon waktu lebih panjang untuk menyiapkan masa depan melalui perencanaan keuangan, termasuk memulai investasi sejak dini. Karena itu, anak muda yang melek investasi dipandang sebagai modal penting bagi kontribusi ekonomi yang lebih luas.
Program literasi dan inklusi tersebut terus dijalankan melalui kerja sama dengan OJK, perguruan tinggi, universitas, dan berbagai institusi lain. Upaya ini diarahkan untuk memperbesar pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia. Dalam konteks itu, layanan emas menjadi salah satu pintu masuk utama untuk menarik nasabah baru dari kelompok usia muda.
Kami sebelumnya melaporkan akselerasi digital BSI lewat superapps BYOND yang mendorong lonjakan transaksi dan pertumbuhan pengguna, seiring perluasan ekosistem layanan syariah. Dalam laporan itu, BYOND juga disebut sudah menghadirkan fitur tabungan emas mulai sekitar Rp50.000, cicil emas, serta transfer emas berbasis gram sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan syariah.
Berita Metals Terbaru
- Forex
- Crypto