Saham bank besar melemah usai BI menahan suku bunga

Saham bank besar melemah usai BI menahan suku bunga
Bank besar tertekan BI Rate

Perdagangan Rabu menunjukkan tekanan berlanjut pada saham bank berkapitalisasi besar setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate, sementara artikel ini menyebut aksi jual asing kembali mendominasi emiten perbankan utama. Pelemahan rupiah ke Rp 17.143 per dolar U.S. juga menjadi sentimen yang membebani sektor ini pada pekan berjalan. Di antara kelompok big banks, BBCA mencatat penurunan terdalam, diikuti BBNI, BBRI, dan BMRI.

Sorotan

  • BBCA turun 2,96% ke Rp 6.550, BBNI turun 1,87% ke Rp 3.670, BBRI turun 1,73% ke Rp 3.400, dan BMRI turun 1,27% setelah BI menahan suku bunga.
  • Investor asing membukukan net sell terbesar pada BBRI sebesar Rp 706,57 miliar, disusul BBCA Rp 263,83 miliar, BMRI Rp 43,84 miliar, dan BBNI Rp 5 miliar.
  • Rupiah melemah 0,09% ke Rp 17.143 per dolar U.S. pada Rabu, memperbesar tekanan asing di saham bank besar dan menjaga volatilitas tinggi.

Tekanan pasar dan arus dana asing pada perdagangan Rabu

Empat saham bank besar sempat dibuka menguat pada awal sesi, tetapi penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan pasar. Pada akhir perdagangan, BBCA turun 2,96% ke Rp 6.550 per saham, BBNI melemah 1,87% ke Rp 3.670, BBRI turun 1,73% ke Rp 3.400, dan BMRI terkoreksi 1,27% ke Rp 4.650. Seluruh saham tersebut juga mencatat net sell investor asing pada hari yang sama.

Tekanan jual asing terbesar terjadi pada BBRI dengan nilai Rp 706,57 miliar. Setelah itu, BBCA mencatat net sell Rp 263,83 miliar, BMRI Rp 43,84 miliar, dan BBNI Rp 5 miliar. Pola ini menunjukkan minat investor global terhadap saham perbankan besar masih tertahan di tengah gejolak eksternal.

Rupiah dan sentimen global masih menjadi penentu

Senior Analis Mirae Sekuritas Nafan Aji Gusta sebelumnya menyatakan pergerakan harga saham pada pekan ini masih dipengaruhi sentimen global, terutama arah nilai tukar rupiah terhadap dolar. Per Rabu, rupiah kembali melemah 0,09% dan berada di level Rp 17.143 per dolar U.S., sekaligus mencatat pelemahan dalam lima hari perdagangan berturut-turut. Menurut dia, penguatan kembali rupiah berpotensi membuka ruang rebound bagi saham bank besar.

Nafan menilai tekanan jual asing pada BBRI, BMRI, dan BBCA dapat mulai mereda jika nilai tukar membaik. Pandangan serupa disampaikan Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, yang menyebut sektor perbankan masih sangat dipengaruhi dinamika global. Ia menyoroti arah yield U.S. Treasury, pergerakan dolar, dan stabilitas harga komoditas sebagai faktor utama yang kini membentuk sentimen pasar.

Fundamental perbankan dinilai tetap kuat untuk akumulasi jangka panjang

Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi, Liza menilai fundamental sektor perbankan Indonesia tetap terjaga. Penilaian itu terlihat dari kondisi permodalan yang kuat dan kualitas aset yang masih stabil. Karena itu, saham bank besar masih dinilai layak dikoleksi oleh investor dengan horizon investasi lebih panjang.

Ia menyarankan strategi akumulasi bertahap saat koreksi, bukan mengejar kenaikan harga jangka pendek. Pendekatan itu mencerminkan pandangan bahwa tekanan pasar saat ini lebih banyak dipicu faktor eksternal daripada perubahan pada dasar kinerja industri. Bagi pasar domestik, arah rupiah dan arus dana asing masih menjadi indikator utama untuk membaca peluang pemulihan saham bank besar dalam waktu dekat.

Kami sebelumnya melaporkan pergerakan saham bank-bank besar yang melemah tipis pada sesi pertama Rabu setelah sempat dibuka menguat, seiring pasar mencermati pelemahan rupiah yang dinilai bisa memicu kembali tekanan jual investor asing. Dalam laporan itu, analis menekankan bahwa stabilisasi rupiah berpotensi meredakan net sell dan membuka ruang pemulihan harga, sementara tekanan berlanjut dapat menjaga volatilitas tetap tinggi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.