Indonesia jajaki pembangunan storage BBM dengan Rusia
Rencana penguatan cadangan energi Indonesia memasuki tahap pembahasan lanjutan setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia. Pemerintah menyebut pembangunan storage atau tangki penyimpanan minyak menjadi salah satu hasil kesepakatan, namun nilai investasi untuk kilang dan fasilitas penyimpanan masih belum final.
Sorotan
- Indonesia dan Rusia menjajaki pembangunan storage BBM melalui skema G to G dan bisnis ke bisnis dengan PT Pertamina (Persero).
- Nilai investasi proyek storage dan kilang BBM masih dalam tahap finalisasi pembahasan antara Indonesia dan Rusia, belum diumumkan secara spesifik.
- Proyek storage BBM menargetkan peningkatan ketahanan energi nasional dari 25–26 hari menjadi hingga tiga bulan pasokan cadangan.
Skema kerja sama dan status pembahasan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembangunan storage BBM di Indonesia menjadi bagian dari kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan bersama Presiden Prabowo ke Rusia. Ia menyatakan proyek itu disiapkan dalam jangka panjang melalui skema kerja sama antarpemerintah, atau G to G, serta kerja sama bisnis ke bisnis lewat PT Pertamina (Persero).
Bahlil mengatakan pemerintah belum dapat menyampaikan rincian spesifik terkait rencana investasi Rusia tersebut karena pembahasannya masih berlangsung dengan pihak Rusia. Menurut dia, angka investasi untuk proyek kilang dan storage sudah mendekati tahap penyelesaian, tetapi belum final.
Dampak terhadap ketahanan energi nasional
Rencana pembangunan gudang penyimpanan minyak ini terkait langsung dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak yang dapat menopang kebutuhan energi hingga tiga bulan.
Saat ini, ketahanan energi nasional disebut masih berada di kisaran 25 sampai 26 hari. Jika proyek storage terealisasi, kapasitas cadangan Indonesia berpotensi meningkat dan memberi ruang yang lebih besar bagi stabilitas pasokan BBM di tengah kebutuhan energi domestik.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang potensi pembelian minyak dan gas Rusia oleh Indonesia, kami mengulas sinyal kesiapan Moskwa memasok energi setelah pertemuan pejabat energi kedua negara. Kami juga menekankan bahwa kerja sama tersebut diproyeksikan berjalan murni B2B dengan harga mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menyoroti risiko sanksi yang dapat memengaruhi pembiayaan dan eksekusi kontrak jangka panjang.
- Forex
- Crypto