Bank Indonesia menyoroti penguatan sektor pertanian dalam survei usaha kuartal I 2026
Aktivitas dunia usaha Indonesia tetap berada di zona positif pada triwulan I 2026, dengan sektor pertanian menonjol sebagai salah satu penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Bank Indonesia mencatat Saldo Bersih Tertimbang sebesar 10,11 persen, sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya, namun didukung permintaan musiman selama hari besar keagamaan dan musim panen.
Sorotan
- Kapasitas produksi terpakai dunia usaha naik ke 73,33 persen pada triwulan I 2026, didorong penguatan sektor pertanian dan industri pengolahan.
- Bank Indonesia proyeksikan kinerja usaha meningkat pada triwulan II 2026 dengan SBT 14,80 persen seiring berlanjutnya musim panen dan penguatan komoditas pangan.
- Ekspor sektor pertanian naik Rp166,71 triliun (28,26 persen), impor turun Rp41,68 triliun (9,66 persen), dan Nilai Tukar Petani tembus 125,35 pada April, level tertinggi 34 tahun.
Survei BI dan prospek kuartal II 2026
Seperti dilaporkan Bank Indonesia dalam rilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha, mayoritas lapangan usaha pada triwulan I 2026 tetap mencatatkan kinerja positif, terutama jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran. Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, mengatakan hasil survei mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap terjaga.Bank sentral mencatat kapasitas produksi terpakai mencapai 73,33 persen pada triwulan I 2026, naik dari 73,15 persen pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta industri pengolahan, sementara kondisi keuangan dunia usaha dinilai tetap baik dari sisi likuiditas, rentabilitas, dan akses pembiayaan yang relatif lebih mudah.
Memasuki triwulan II 2026, Bank Indonesia memproyeksikan kinerja dunia usaha meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen. Proyeksi itu terutama didorong berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan, yang memperkuat peran pertanian dalam menopang aktivitas usaha nasional.
Dampak pada pangan, ekspor, dan kesejahteraan petani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian semakin kuat dan berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional. Ia menyebut penguatan itu didorong langkah pemerintah seperti percepatan tanam, optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan irigasi, dan distribusi pupuk.Menurut data yang disampaikan dalam teks, nilai ekspor sektor pertanian, segar dan olahan, naik Rp166,71 triliun atau tumbuh 28,26 persen, sementara impor turun Rp41,68 triliun atau terkoreksi 9,66 persen. Perkembangan ini menunjukkan pertanian Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus membantu menekan ketergantungan pada produk luar negeri.
Penguatan sektor ini juga tercermin pada cadangan beras pemerintah yang disebut mendekati 5 juta ton pada akhir April, Nilai Tukar Petani yang mencapai 125,35, tertinggi dalam 34 tahun, serta PDB sektor pertanian 2025 yang tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Kementerian Pertanian menilai tren tersebut memperkuat posisi pertanian sebagai motor ekonomi nasional dan garda depan ketahanan pangan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang lonjakan ekspor pertanian dan penurunan impor, kami mengulas bagaimana strategi terintegrasi dari hulu ke hilir mendorong daya saing sektor pertanian Indonesia. Ulasan tersebut juga menyoroti kenaikan produksi dan pendapatan sektor pertanian, serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah yang mendekati rekor tertinggi sebagai bantalan stabilitas pasokan dan harga pangan.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto