Pemerintah jaga harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026

Pemerintah jaga harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026
BBM Subsidi Dijaga Stabil

Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tetap tidak naik hingga akhir 2026 di tengah tekanan pasokan energi dan kenaikan harga minyak mentah global. Kebijakan ini juga dikaitkan dengan upaya menjaga stabilitas harga Pertalite dan Solar dalam jangka panjang melalui penguatan cadangan energi nasional.

Sorotan

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo.
  • Kesepakatan pembelian BBM dari Rusia memperkuat cadangan energi nasional, melengkapi kontrak resiprokal dengan U.S. dan mendukung stabilitas harga subsidi.
  • Rata-rata Indonesian Crude Price Januari-sekarang USD 77 per barel, USD 7 di atas asumsi APBN, namun pemerintah menilai kemampuan fiskal masih mencukupi tanpa penyesuaian harga BBM subsidi.

Dasar kebijakan dan dukungan pasokan

Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun 2026 dan ditargetkan tetap terjaga lebih lama sesuai arahan Presiden Prabowo. Pernyataan itu disampaikan Bahlil setelah melaporkan hasil pertemuan dengan delegasi Rusia kepada presiden, sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja sebelumnya.

Bahlil mengatakan hasil pertemuan tersebut memberi tambahan cadangan BBM bagi Indonesia sehingga pemerintah menilai ruang untuk menjaga harga subsidi masih tersedia. Ia juga menyebut kesepakatan pembelian BBM dari Rusia memperkuat cadangan energi nasional di tengah tekanan pasar energi global.

Saat ini, Indonesia memiliki dua sumber besar impor minyak mentah, yakni U.S. melalui kontrak resiprokal dan Rusia yang belum lama ini disepakati. Diversifikasi pasokan itu menjadi salah satu landasan pemerintah untuk menahan kenaikan harga BBM subsidi.

Daya tahan fiskal dan dampak ke pasar domestik

Bahlil menjelaskan kemampuan fiskal pemerintah masih cukup untuk menopang kenaikan harga minyak dunia, meskipun harga tersebut telah melampaui asumsi APBN sebesar USD 70 per barel. Menurut dia, rata-rata Indonesian Crude Price dari Januari sampai sekarang berada di kisaran USD 77 per barel, atau selisih USD 7 di atas asumsi dasar.

Selisih itu dinilai masih dapat dikelola tanpa mendorong penyesuaian harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Bagi pasar domestik, kebijakan menahan harga Pertalite dan Solar menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberi kepastian biaya energi bagi sektor transportasi dan distribusi.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang lonjakan harga BBM non-subsidi per 18 April 2026, kami membahas kenaikan tajam Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di sejumlah wilayah, sementara harga BBM subsidi tetap. Kami juga menyoroti dorongan DPR agar pengawasan penyaluran subsidi diperketat dan tarif logistik dikendalikan supaya daya beli serta stabilitas harga pangan tidak ikut tertekan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.