Indonesia tegaskan ketahanan ekonomi di tengah gejolak global dan target pertumbuhan 2026
Di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat berkat reformasi struktural yang dijalankan secara konsisten. Penegasan itu disampaikan dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi IMF dan Grup Bank Dunia di Washington DC pada 13-17 April 2026, saat Indonesia juga memaparkan prospek pertumbuhan dan stabilitas fiskalnya kepada investor global.
Sorotan
- Indonesia menjaga disiplin fiskal dengan defisit APBN di bawah 3 persen PDB, serap kenaikan harga energi tanpa kurangi dukungan kelompok rentan.
- Arus keluar devisa USD1,8 miliar dan depresiasi rupiah menekan stabilitas makroekonomi, namun pemerintah pastikan ketahanan dan optimisme pertumbuhan.
- Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4–6 persen, didorong konsumsi rumah tangga dan surplus perdagangan 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
Paparan pemerintah dalam forum IMF
Seperti disampaikan dalam keterangan resmi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ketahanan ekonomi nasional tidak bertumpu pada langkah darurat, melainkan pada reformasi yang memperkuat industri hilir, sektor manufaktur, kualitas sumber daya manusia, dan efisiensi ekonomi.Ia mengatakan arah tersebut membuat pertumbuhan Indonesia ke depan tidak hanya stabil, tetapi juga lebih produktif, berkelanjutan, terdiversifikasi, dan tangguh. Dalam forum internasional itu, pemerintah juga menekankan bahwa APBN tetap berfungsi sebagai penahan guncangan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Purbaya menegaskan disiplin fiskal tetap dijaga di bawah batas defisit 3 persen terhadap produk domestik bruto. Menurutnya, kredibilitas kebijakan itu memungkinkan Indonesia menyerap kenaikan harga energi tanpa mengorbankan dukungan bagi kelompok rentan.
Dampak pada prospek pertumbuhan dan sektor unggulan
Pemerintah mencatat stabilitas makroekonomi masih terjaga meski terjadi arus keluar devisa sebesar USD1,8 miliar dan depresiasi rupiah akibat guncangan eksternal. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pesan yang dibawa Indonesia kepada investor global mengenai daya tahan ekonomi domestik di tengah tekanan pasar.Purbaya juga menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 5,4 persen hingga 6 persen. Keyakinan itu didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, serta surplus perdagangan yang bertahan selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
Dari sisi sektoral, Indonesia juga mulai memperkuat posisinya dalam ekonomi digital. Pada 2025, sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen, memperlihatkan peran yang semakin besar sebagai salah satu penopang ekspansi ekonomi nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang keputusan pemerintah menahan harga BBM subsidi pada April 2026, kami membahas bagaimana kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya beli, menekan inflasi, dan memberi kepastian biaya bagi dunia usaha di tengah gejolak geopolitik. Kami juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan pasokan energi tetap aman, termasuk arah penguatan ketahanan energi dan rencana transisi pasokan seperti penggantian impor solar dengan biofuel domestik.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto