Harga pangan Indonesia melonjak, bawang merah dan cabai pimpin kenaikan pada 21 April

Harga pangan Indonesia melonjak, bawang merah dan cabai pimpin kenaikan pada 21 April
Lonjakan harga pangan

Pergerakan harga pangan nasional pada 21 April 2026 menunjukkan tekanan yang meluas pada sejumlah komoditas rumah tangga, dari bawang dan beras hingga cabai serta minyak goreng. Lonjakan paling menonjol terjadi pada bawang merah yang menembus Rp70.350 per kilogram, di tengah kenaikan tajam pada cabai rawit merah dan daging ayam ras segar.

Sorotan

  • Bawang merah naik 50,64 persen ke Rp70.350 per kg dan bawang putih naik 43 persen ke Rp57.200 per kg per 21 April 2026.
  • Cabai rawit merah melonjak 54,16 persen ke Rp119.400 per kg, sementara daging ayam ras segar naik 215,56 persen ke Rp47.150 per kg.
  • Kenaikan serentak harga bawang, cabai, beras, dan minyak goreng meningkatkan tekanan biaya rumah tangga dan memperluas gejolak pasar pangan nasional.

Kenaikan harga komoditas strategis

Seperti dilaporkan Okezone dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada Selasa, 21 April 2026, bawang merah naik 50,64 persen menjadi Rp70.350 per kg, sedangkan bawang putih meningkat 43 persen menjadi Rp57.200 per kg. Pada kelompok beras, kualitas bawah I naik 11 persen menjadi Rp16.150 per kg dan kualitas bawah II bertambah 15,12 persen menjadi Rp16.750 per kg.

Beras kualitas medium I naik 13,4 persen menjadi Rp18.200 per kg, medium II naik 9,12 persen menjadi Rp17.350 per kg, super I meningkat 11,53 persen menjadi Rp19.350 per kg, dan super II bertambah 12,46 persen menjadi Rp18.950 per kg. Di kelompok cabai, cabai merah besar naik 33,15 persen menjadi Rp60.650 per kg, cabai merah keriting naik 31,43 persen menjadi Rp58.750 per kg, cabai rawit hijau naik 23,19 persen menjadi Rp63.750 per kg, dan cabai rawit merah melonjak 54,16 persen menjadi Rp119.400 per kg.

Tekanan harga juga menjalar ke protein hewani dan gula. Daging ayam ras segar naik 215,56 persen menjadi Rp47.150 per kg, daging sapi kualitas I naik 7,41 persen menjadi Rp158.750 per kg, daging sapi kualitas II naik 21,47 persen menjadi Rp170.000 per kg, gula pasir kualitas premium naik 20,79 persen menjadi Rp24.400 per kg, dan gula pasir lokal naik 7,07 persen menjadi Rp20.450 per kg.

Dampak pada belanja rumah tangga dan pasar pangan

Minyak goreng curah ikut naik 5,47 persen menjadi Rp21.200 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing naik 9,83 persen dan 1,11 persen menjadi Rp25.700 serta Rp22.700 per liter, sedangkan telur ayam ras segar meningkat 28,2 persen menjadi Rp41.600 per kg.

Kenaikan serentak pada komoditas pokok ini menunjukkan tekanan biaya belanja yang lebih besar bagi rumah tangga, terutama untuk bahan pangan harian yang memiliki konsumsi tinggi. Bagi pasar pangan nasional, lonjakan pada bawang, cabai, beras, dan minyak goreng memperlihatkan bahwa gejolak harga tidak terbatas pada satu kelompok barang, tetapi meluas ke beberapa kebutuhan strategis sekaligus.

Upaya pemerintah mengantisipasi kemarau 2026 untuk menjaga produksi pangan nasional tetap stabil sebelumnya kami soroti lewat penguatan koordinasi pusat-daerah. Dalam ulasan tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi irigasi dan pompanisasi, perluasan tanam serta pengembangan komoditas strategis, termasuk dukungan 80 ribu unit pompa, cetak sawah baru, dan target pengembangan perkebunan hingga 870 ribu hektare.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.