Manulife Aset Manajemen Indonesia siapkan strategi integrasi usai akuisisi Schroders

Manulife Aset Manajemen Indonesia siapkan strategi integrasi usai akuisisi Schroders
Strategi Manulife pasca akuisisi

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menyiapkan strategi untuk memperkuat bisnis setelah menuntaskan akuisisi Schroders Indonesia di tengah fokus ekspansi jangka panjang grup di Asia. Penggabungan ini mempertemukan kekuatan MAMI di segmen ritel dan produk pendapatan tetap dengan basis institusi serta reksadana saham milik Schroders Indonesia.

Sorotan

  • Manulife Wealth & Asset Management menyelesaikan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia lewat Manulife Aset Manajemen Indonesia setelah mendapat persetujuan OJK pada April 2026.
  • Manulife akan mengintegrasikan kekuatan Schroders di segmen institusi dan reksadana saham dengan dominasi ritel dan reksadana pendapatan tetap MAMI tanpa mengubah proses investasi Schroders Indonesia.
  • Usai akuisisi, MAMI dan Schroders Indonesia memiliki dana kelolaan gabungan lebih dari Rp177 triliun per akhir 2025, meski Manulife memperkirakan adanya outflow dari sebagian institusi.

Rencana integrasi dan penguatan bisnis

KONTAN Indonesia melaporkan, Manulife Wealth & Asset Management telah menuntaskan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui Manulife Aset Manajemen Indonesia setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

President and CEO Global Wealth and Asset Management Manulife, Paul Lorentz, menyatakan Indonesia menjadi salah satu fokus utama ekspansi di Asia karena prospek pertumbuhan jangka panjangnya dinilai tetap kuat. Dalam media briefing di Jakarta pada Selasa, 22 April 2026, ia mengatakan perusahaan memandang Indonesia sebagai pasar penting dengan horizon bisnis tiga hingga 10 tahun ke depan.

Setelah akuisisi, fokus utama perusahaan ialah memastikan proses integrasi berjalan tanpa mengubah proses investasi yang selama ini dijalankan. Manulife menyatakan akan memanfaatkan kekuatan masing-masing entitas, dengan Schroders kuat di segmen institusi dan produk reksadana saham, sementara MAMI lebih kuat di ritel dengan produk reksadana pendapatan tetap.

Perusahaan juga tidak berencana mengubah proses investasi Schroders Indonesia, tetapi akan menambahkan dukungan berupa kerangka manajemen risiko global, teknologi, dan infrastruktur operasional. Selain itu, jaringan distribusi kedua entitas akan digunakan untuk memperluas penawaran produk investasi di pasar Indonesia.

Dampak pada dana kelolaan dan pasar investasi Indonesia

Manulife memperkirakan sebagian dana kelolaan akan keluar setelah proses akuisisi berlangsung, terutama dari sejumlah institusi yang memiliki pertimbangan tertentu terkait pengelolaan dana. Meski demikian, perusahaan tetap menargetkan pertumbuhan bisnis dari hasil penggabungan kedua entitas tersebut.

Di tengah ketidakpastian global, Manulife menyatakan tetap melihat Indonesia sebagai pasar dengan prospek jangka panjang. Perusahaan menilai pasar modal domestik masih memiliki ruang untuk berkembang seiring pendalaman pasar keuangan Indonesia.

Sebelum aksi korporasi ini, MAMI merupakan salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan Rp124,3 triliun pada akhir 2025 dan lebih dari 2,5 juta nasabah. Sementara itu, Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp53 triliun per Desember 2025, dengan basis nasabah institusi yang kuat serta jaringan distribusi yang luas. Nilai transaksi akuisisi ini belum diungkapkan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang realisasi investasi kuartal I 2026, pemerintah menegaskan minat investor asing ke Indonesia tetap kuat meski tensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global meningkat. Kami juga mencatat realisasi investasi mencapai Rp498,79 triliun (100,36% dari target) dengan porsi PMA Rp249,94 triliun, serta adanya komitmen besar dari Jepang, Korea Selatan, dan arus investasi Tiongkok yang tetap tinggi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.