Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong konsumen, terutama kelas menengah, semakin selektif mengatur pengeluaran dan arus kas jangka pendek. Di tengah kondisi itu, penggunaan layanan buy now pay later, atau BNPL, di platform LinkAja tumbuh hampir 15% sepanjang kuartal I-2026 dibandingkan periode sebelumnya.
Sorotan
- Transaksi BNPL di LinkAja tumbuh hampir 15% pada kuartal I-2026 seiring kenaikan harga BBM non-subsidi dan tekanan daya beli.
- LinkAja menegaskan hanya berperan sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran, sedangkan seluruh aspek pembiayaan menjadi tanggung jawab mitra BNPL.
- LinkAja berkomitmen memperkuat kolaborasi ekosistem BNPL, menjaga pertumbuhan berkelanjutan, dan mendorong literasi keuangan serta perlindungan konsumen.
Pertumbuhan transaksi di tengah tekanan daya beli
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan kenaikan harga BBM non-subsidi pada Sabtu, 18/4, menjadi sinyal bahwa masyarakat makin membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi. Ia menilai layanan paylater menjadi salah satu alternatif yang dimanfaatkan konsumen selama digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.Yogi mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat lebih selektif dalam mengelola pengeluaran dan memanfaatkan berbagai metode pembayaran, termasuk BNPL, untuk mengatur arus kas jangka pendek. Menurut dia, dari sisi pembayaran, jumlah transaksi BNPL di LinkAja sepanjang kuartal I-2026 tumbuh hampir 15% dibandingkan periode sebelumnya.
Peran LinkAja dan fokus kolaborasi ekosistem
LinkAja menegaskan perannya terbatas sebagai penyedia platform pembayaran atau Penyelenggara Jasa Pembayaran, bukan sebagai penyedia layanan pembiayaan. Seluruh aspek pembiayaan, mulai dari pemberian limit hingga pengelolaan risiko kredit, disebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra BNPL.Perusahaan menyatakan fokusnya adalah memastikan pengalaman pembayaran berjalan aman, transparan, dan sesuai ketentuan regulator. Ke depan, LinkAja mengatakan tetap berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam ekosistem BNPL untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus mendorong literasi keuangan dan perlindungan konsumen bersama mitra serta regulator.
Kenaikan harga BBM non-subsidi per 18 April 2026 sebelumnya kami soroti sebagai bagian dari dinamika harga yang mengikuti mekanisme pasar berdasarkan formula yang mengacu pada harga internasional, kurs, biaya distribusi, dan margin. Dalam ulasan itu, kami menekankan bahwa fluktuasi tersebut merupakan konsekuensi kerangka non-subsidi, sehingga fokus penjelasan pemerintah seharusnya pada aturan main, bukan pembenaran politik setiap kali harga bergerak.
Berita Mergers Terbaru
- Forex
- Crypto