BNI lampaui target distribusi sukuk ritel SR024 dengan penjualan Rp1,38 triliun

BNI lampaui target distribusi sukuk ritel SR024 dengan penjualan Rp1,38 triliun
BNI lampaui target SR024

Permintaan investor ritel terhadap sukuk ritel seri SR024 tetap kuat sepanjang masa penawaran 6 Maret hingga 15 April 2026. Di tengah total penjualan nasional Rp17,49 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatat realisasi distribusi yang melampaui sasaran internal awal.

Sorotan

  • BNI membukukan penjualan SR024 sebesar Rp1,38 triliun, melampaui target Rp800 miliar pada masa penawaran instrumen tersebut.
  • Penjualan SR024 didorong momentum libur Lebaran dan tambahan tunjangan hari raya, membantu perluasan basis investor dan kontribusi pendapatan BNI.
  • SR024T3 terjual Rp12,14 triliun dengan kupon 5,55% dan SR024T5 terjual Rp5,35 triliun dengan kupon 5,90%, menunjukkan minat kuat pada produk syariah berbasis pendapatan tetap.

Kinerja distribusi SR024 BNI

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, BNI membukukan penjualan SR024 senilai Rp1,38 triliun, melampaui target awal Rp800 miliar yang sebelumnya ditetapkan untuk masa penawaran instrumen tersebut. Capaian itu disampaikan General Manager Divisi Wealth Management BNI, Henny Eugenia, yang menyebut hasil penjualan juga memberi kontribusi pendapatan bagi bank sebagai mitra distribusi.

Selain mendukung pendapatan, BNI menilai penjualan sukuk ritel ini memberi nilai strategis untuk memperluas basis investor dan meningkatkan inklusi keuangan. Bank itu juga menyatakan akan terus mendorong pemahaman nasabah mengenai instrumen investasi dan perencanaan keuangan melalui momentum penjualan SR024.

Henny mengatakan kuatnya penjualan turut didorong oleh bertepatan masa penawaran dengan libur panjang Lebaran. Pada periode itu, masyarakat dinilai memiliki tambahan dana dari tunjangan hari raya, sehingga ruang untuk berinvestasi menjadi lebih besar.

Dampak bagi pasar investasi syariah

SR024 dipasarkan sebagai instrumen investasi syariah yang aman karena menawarkan imbal hasil tetap. Sukuk ritel ini diterbitkan tanpa warkat dan dapat diperdagangkan, sehingga memberi fleksibilitas tambahan bagi investor ritel di pasar sekunder.

Instrumen ini terdiri dari dua seri, yakni SR024T3 dengan tenor tiga tahun dan SR024T5 dengan tenor lima tahun. Secara total, seri T3 terjual Rp12,14 triliun dan seri T5 mencapai Rp5,35 triliun, dengan kupon masing-masing 5,55% per tahun dan 5,90% per tahun.

Bagi industri perbankan dan pasar surat berharga syariah domestik, capaian penjualan tersebut menunjukkan minat investor ritel terhadap produk pendapatan tetap berbasis syariah tetap terjaga. Kondisi ini juga memperkuat peran bank distribusi dalam memperluas partisipasi investor individu di pasar pembiayaan pemerintah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang webinar gratis “Jadi Investor Syariah” dari MNC Sekuritas, kami membahas upaya edukasi pasar modal syariah yang ditujukan untuk membantu masyarakat memahami langkah awal berinvestasi sesuai prinsip Islam. Program literasi yang terbuka ini menekankan pentingnya peningkatan pemahaman instrumen dan mekanisme investasi syariah, sekaligus mendorong perluasan basis investor ritel di pasar domestik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.