Pertamina naikkan harga BBM nonsubsidi jelang 1 Mei, Pertamina Dex capai Rp23.900 per liter

Pertamina naikkan harga BBM nonsubsidi jelang 1 Mei, Pertamina Dex capai Rp23.900 per liter
Harga BBM Nonsubsidi Naik

Penyesuaian harga bahan bakar terjadi di jaringan SPBU Pertamina menjelang 1 Mei 2026 setelah perusahaan menaikkan tarif beberapa produk nonsubsidi sejak 18 April 2026. Kenaikan ini mencakup Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, dan Biosolar tetap dipertahankan.

Sorotan

  • Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter mulai 18 April.
  • Harga Pertamax (RON 92), Pertamax Green, Pertalite, dan Biosolar tetap tidak berubah di Rp12.300, Rp12.900, Rp10.000, dan Rp6.800 per liter.
  • Kementerian ESDM menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mengikuti kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Iran, AS, dan Israel yang menekan pasar energi.

Rincian penyesuaian harga per 18 April

Seperti dimuat di laman resmi Pertamina, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter, Dexlite menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500 per liter.

Di sisi lain, Pertamina tidak mengubah harga Pertamax (RON 92) yang tetap Rp12.300 per liter dan Pertamax Green yang bertahan di Rp12.900 per liter. Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite juga masih Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Dampak tren minyak dunia pada harga BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ESDM, menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut mengikuti tren penguatan harga minyak dunia. Pergerakan itu disebut dipengaruhi oleh perang antara Iran dengan U.S. dan Israel, yang menambah tekanan pada pasar energi global.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar. Pernyataan itu menegaskan bahwa perubahan harga diposisikan sebagai respons terhadap kondisi pasar global, terutama untuk produk yang tidak mendapat subsidi.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina per 18 April 2026, kami mencatat Dexlite dan Pertamina Dex menjadi yang paling mahal karena mengikuti mekanisme harga pasar internasional tanpa subsidi. Kami juga menyoroti bagaimana volatilitas energi global, biaya impor, dan pergerakan nilai tukar dapat cepat tercermin ke harga di tingkat konsumen, terutama pada segmen diesel.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.