Kemhan sebut rencana bengkel Hercules di Kertajati masih dalam pembahasan
Pemerintah masih mematangkan rencana menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat perawatan pesawat C-130 Hercules untuk kawasan Asia. Proyek kerja sama dengan U.S. itu belum mencapai tahap kesepakatan, meski target operasional fasilitas MRO tetap diarahkan pada 2028.
Sorotan
- Kementerian Pertahanan menyatakan negosiasi pembangunan fasilitas MRO pesawat Hercules di Kertajati masih berlangsung dan belum ada kesepakatan hingga 2 Juni 2026.
- Fasilitas MRO Kertajati ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 untuk mendukung kemandirian pertahanan dan melayani kebutuhan perawatan Hercules di Asia.
- Kertajati diproyeksikan bersaing secara regional, didukung lahan luas dan fasilitas bandara, dengan peluang pendanaan U.S. untuk pusat pemeliharaan C-130 Asia.
Status negosiasi dan target operasional
Seperti diberitakan Kompas.com, Kementerian Pertahanan menyatakan pembangunan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul, MRO, pesawat Hercules di Kertajati masih berada dalam pembicaraan mendalam dan belum mencapai level kesepakatan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan proses tersebut masih berjalan saat ditemui di kantor Kemenhan pada Selasa, 2 Juni 2026.Menurut Kemhan, proyek ini tetap didorong untuk mendukung kepentingan nasional, terutama penguatan kemandirian pertahanan di bidang pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem persenjataan matra udara. Fasilitas MRO di Kertajati ditargetkan siap beroperasi pada 2028 agar dapat melayani kebutuhan perawatan pesawat Hercules di kawasan Asia.
Daya saing Kertajati dan konteks kerja sama
Kemhan juga menyatakan optimisme bahwa Kertajati dapat bersaing dengan negara tetangga dalam memperebutkan proyek tersebut. Penilaian itu didasarkan pada ketersediaan lahan yang luas dan fasilitas bandara yang dinilai memadai untuk pengembangan pusat perawatan pesawat angkut berat.Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR pada 19 Mei 2026 bahwa Menteri Perang U.S. Pete Hegseth menawarkan pemusatan pemeliharaan C-130 untuk seluruh Asia di Indonesia dengan pembiayaan dari pihak U.S. Sjafrie mengatakan usulan lokasi yang disampaikan kepada Presiden adalah Kertajati, dan pemerintah kini masih mengerjakan tahapan menuju rencana tersebut.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kunjungan kerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ke Paris dan Brussels, kami mengulas upaya pemerintah mempercepat agenda integrasi ekonomi internasional, termasuk pengawalan ratifikasi I-EU CEPA dan tahapan teknis aksesi Indonesia ke OECD. Kami juga menyoroti bahwa proses aksesi ini melibatkan tinjauan kebijakan lintas sektor melalui puluhan komite OECD dan dukungan teknis dari negara anggota, yang berpotensi memengaruhi standar regulasi serta iklim usaha nasional.
Berita Rheinmetall Terbaru
- Forex
- Crypto