Saham bank besar Indonesia berpeluang rebound di tengah tekanan sentimen global

Saham bank besar Indonesia berpeluang rebound di tengah tekanan sentimen global
Potensi rebound saham bank

Perdagangan saham perbankan pada 28 April 2026 menunjukkan ruang pemulihan jangka pendek setelah saham bank-bank besar sempat tertekan dalam beberapa sesi sebelumnya. Kenaikan ini muncul saat pelaku pasar masih mencermati sentimen global, arus dana asing, dan rangkaian rilis kinerja kuartal I-2026.

Sorotan

  • Saham big banks Indonesia seperti BBNI naik 1,88% ke Rp 3.790 dengan net buy asing Rp 33,96 miliar di tengah tekanan global.
  • Tiga sentimen utama yang membayangi sektor bank besar saat ini adalah pengumuman MSCI 12 Mei, volatilitas rupiah, dan rilis kinerja kuartal I-2026.
  • Analis menilai BMRI dan BBNI layak diakumulasi secara bertahap berkat valuasi menarik dan indikator kinerja yang fundamental solid.

Pergerakan saham dan pemicu jangka pendek

Seperti dilaporkan Kontan.co.id, saham big banks kompak menguat pada perdagangan Selasa, dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kenaikan terbesar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Analis melihat penguatan ini tetap berlangsung di tengah tekanan sentimen global, namun peluang rebound teknikal dalam jangka pendek masih terbuka.

Secara rinci, BBNI ditutup naik 1,88% ke Rp 3.790 dan mencatat net buy investor asing sebesar Rp 33,96 miliar. BMRI menguat 0,68% ke Rp 4.430, tetapi masih mencatat net sell asing Rp 350,72 miliar, sementara BBRI naik 0,66% ke Rp 3.070 dengan net sell Rp 136,89 miliar dan BBCA bertambah 0,42% ke Rp 6.000 meski dibayangi net sell Rp 170,39 miliar.

Muhammad Wafi, Head Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, memproyeksikan pergerakan saham bank besar dalam sepekan ke depan masih dibayangi tekanan. Menurut dia, tiga sentimen utama yang memengaruhi sektor ini adalah pengumuman MSCI, volatilitas nilai tukar rupiah, serta rilis laporan kinerja bank kuartal I-2026.

Dampak sentimen pasar terhadap sektor perbankan

Wafi menilai sentimen dari MSCI dan fluktuasi rupiah cenderung memberi tekanan negatif terhadap saham bank besar. Pasar, menurut dia, masih bersikap wait and see menjelang pengumuman MSCI pada 12 Mei, sehingga investor asing belum mudah masuk secara agresif ke saham-saham perbankan besar.

Di sisi lain, laporan kinerja keuangan berpotensi menjadi katalis positif bagi harga saham. Wafi menilai prospek big banks tetap solid, dengan BMRI telah menunjukkan kinerja kuat, sementara rilis hasil BBCA dan BBRI yang sebanding dapat memicu rebound singkat; ia juga menyebut valuasi BBNI sudah berada di bawah nilai bukunya.

Dalam kondisi tersebut, ia merekomendasikan akumulasi bertahap, dengan BMRI dan BBNI sebagai pilihan utama. Rekomendasi itu didasarkan pada valuasi yang dinilai relatif menarik serta indikator kinerja yang menunjukkan kekuatan fundamental.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang ketahanan perbankan Indonesia di tengah gejolak global, kami mengulas penilaian OJK bahwa fundamental industri tetap kuat dan risiko bank rush dinilai sangat kecil. OJK menyoroti permodalan, kualitas kredit, dan likuiditas yang terjaga—termasuk CAR, NPL, serta rasio likuiditas—serta pengawasan yang diperketat melalui stress test dan pemantauan risiko berkelanjutan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.