BNI terbitkan AT-1 US$ 700 juta untuk memperkuat modal dan ekspansi

BNI terbitkan AT-1 US$ 700 juta untuk memperkuat modal dan ekspansi
BNI terbitkan AT-1 US$700M

PT Bank Negara Indonesia menerbitkan instrumen Additional Tier-1 senilai U.S.$ 700 juta pada April 2026 untuk memperkuat struktur permodalan di tengah rencana ekspansi bisnis berkelanjutan. Langkah ini menambah kapasitas perseroan dalam menyerap risiko sekaligus melanjutkan transformasi jaringan yang sudah berjalan sejak kuartal IV-2025.

Sorotan

  • BNI menerbitkan Additional Tier-1 US$ 700 juta (sekitar Rp11,9 triliun) dengan kupon 4,3% untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis.
  • Penerbitan instrumen ini tercatat di Singapore Stock Exchange dan menjadi yang pertama dilakukan bank Indonesia, mengikuti Regulation S U.S. Securities Act.
  • Hingga Maret 2026, kredit BNI tumbuh 20,1% yoy dan dana pihak ketiga mencapai Rp1.100 triliun, naik 34,3% setelah peluncuran transformasi BRAVE.

Rincian penerbitan dan agenda transformasi

KONTAN melaporkan, BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier-1 tersebut, dengan nilai setara sekitar Rp11,9 triliun. Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan penguatan modal ini meningkatkan kapasitas bank untuk mengantisipasi potensi risiko dan membuka ruang ekspansi bisnis secara sehat.

Surat berharga itu dilepas dengan kupon 4,3% per tahun, mengacu pada ketentuan Regulation S berdasarkan U.S. Securities Act, serta tercatat di Singapore Stock Exchange. Sebelumnya pada 2021, BNI juga menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond senilai U.S.$ 600 juta atau sekitar Rp8,6 triliun.

Sejalan dengan penguatan modal, BNI juga menjalankan transformasi bisnis BRAVE, singkatan dari Branch, Region, Area, Value, Empowerment, yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang. Menurut Putrama, inisiatif itu dirancang untuk meningkatkan kapabilitas jaringan hingga unit operasional terkecil dengan memberdayakan kantor cabang dan kantor cabang pembantu sebagai titik penjualan utama produk dan layanan perbankan.

Dampak pada pertumbuhan kredit dan dana murah

Transformasi BRAVE mulai dijalankan pada kuartal IV-2025 dengan implementasi kapabilitas secara bertahap. BNI menargetkan inisiatif ini mendorong pertumbuhan kredit dan CASA secara berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus memperbesar pangsa pasar perseroan di industri perbankan dan meningkatkan produktivitas lebih dari 1.700 cabang di seluruh Indonesia.

Sekitar enam bulan setelah program itu dimulai, BNI mencatat pertumbuhan bisnis di atas rata-rata industri, baik pada penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Hingga Maret 2026, kredit BNI tumbuh 20,1% secara tahunan, ditopang pertumbuhan CASA 26,6% yang membantu efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar. Dana pihak ketiga BNI juga mencapai Rp1.100 triliun, naik 34,3% pada kuartal I-2026.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kinerja PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pada awal 2026, kami mencatat bank ini tetap membukukan laba kuartal I-2026 meski penyaluran kredit dan penghimpunan DPK melemah. Artikel tersebut juga mengulas agenda ekspansi digital BNC, termasuk rencana peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada 2026 yang ditopang posisi likuiditas dan CAR yang tinggi, serta penguatan sentimen pasar setelah BBYB masuk Indeks Economic 30.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.