MSIG Indonesia nilai bisnis asuransi perjalanan tetap tumbuh di tengah kenaikan tiket pesawat

MSIG Indonesia nilai bisnis asuransi perjalanan tetap tumbuh di tengah kenaikan tiket pesawat
Asuransi perjalanan tetap tumbuh

Pembatasan kenaikan harga tiket pesawat domestik sebesar 9% hingga 13% mulai April 2026 belum mengubah prospek asuransi perjalanan MSIG Indonesia secara berarti. Perseroan menyebut permintaan perlindungan perjalanan lebih ditentukan oleh volume mobilitas dan kesadaran nasabah, sementara pemerintah juga memberi insentif PPN DTP 11% untuk menahan dampak lonjakan harga avtur.

Sorotan

  • MSIG Indonesia mencatat pertumbuhan premi asuransi perjalanan 24% year-on-year pada kuartal I-2026 didorong penguatan platform digital dan kemitraan distribusi.
  • Penetrasi asuransi perjalanan tetap terjaga karena integrasi dalam pembelian tiket serta meningkatnya kesadaran perlindungan dan syarat negara tujuan.
  • Diversifikasi produk merambah ekosistem perjalanan seperti agen daring, perhotelan, dan moda transportasi lain mendukung resilience bisnis meski tarif penerbangan naik.

Respons perusahaan dan strategi distribusi

Seperti dilaporkan KONTAN, PT Asuransi MSIG Indonesia menilai kinerja asuransi perjalanan lebih dipengaruhi oleh volume perjalanan ketimbang harga tiket pesawat semata. Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka mengatakan penetrasi produk tetap relatif terjaga karena asuransi perjalanan umumnya telah terintegrasi dalam pembelian tiket maupun paket wisata, serta didorong oleh meningkatnya kesadaran perlindungan dan persyaratan dari sejumlah negara tujuan.

Ia menambahkan kebijakan pembatasan harga tiket sejauh ini belum memberi dampak signifikan terhadap kinerja lini tersebut. Menurut dia, stabilisasi harga tiket justru diharapkan menjaga minat masyarakat untuk bepergian sehingga permintaan produk asuransi perjalanan tetap terpelihara.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, MSIG Indonesia terus memperkuat strategi melalui penyediaan produk yang relevan, peningkatan fitur layanan, dan perluasan edukasi publik lewat media sosial, iklan, serta penyelenggaraan acara. Perseroan juga melakukan diversifikasi dengan tidak hanya berfokus pada segmen penerbangan, tetapi juga menjajaki kemitraan di ekosistem perjalanan lain seperti agen perjalanan daring dan luring, industri perhotelan, hingga platform wisata.

Kinerja premi dan dampak bagi sektor perjalanan

Lini asuransi perjalanan MSIG Indonesia mencatat pertumbuhan premi 24% secara tahunan pada kuartal I-2026, meski perusahaan tidak merinci nilai premi yang dibukukan. Menurut Tomosuke, kenaikan itu ditopang oleh penguatan platform digital melalui situs msigonline.co.id, penyempurnaan produk secara berkelanjutan, serta perluasan kemitraan untuk distribusi dan layanan nasabah.

Pandangan perseroan menunjukkan bahwa kenaikan ongkos perjalanan belum otomatis menekan bisnis asuransi perjalanan selama mobilitas tetap terjaga. Bagi industri, pendekatan yang mencakup berbagai moda transportasi, termasuk kereta api, bus, kendaraan pribadi, dan kapal laut, membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas di tengah penyesuaian tarif penerbangan domestik.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang strategi Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) di asuransi perjalanan, kami menyoroti fokus perusahaan pada segmen group travel serta upselling lewat add-on perlindungan untuk mendorong kinerja sepanjang 2026. Artikel itu juga mencatat premi asuransi perjalanan GEGI tumbuh 40% secara tahunan pada kuartal I-2026, sembari mengingatkan risiko dari kondisi geopolitik yang dapat menekan biaya penerbangan dan berpotensi menahan volume perjalanan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.