BFI Finance salurkan pembiayaan baru Rp 5,5 triliun, jaga kualitas aset pada kuartal I-2026
Di tengah volatilitas pasar, PT BFI Finance Indonesia Tbk mempertahankan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 5,5 triliun pada kuartal I-2026. Kinerja itu ditopang pendekatan selektif dan disiplin risiko, sementara piutang pembiayaan yang dikelola tumbuh 5,5% secara tahunan menjadi Rp 26,8 triliun.
Sorotan
- BFI Finance menyalurkan pembiayaan baru Rp 5,5 triliun pada kuartal I-2026, stabil dibandingkan tahun lalu di tengah volatilitas pasar.
- Pendapatan BFI Finance naik 3,1% year-on-year menjadi Rp 1,7 triliun, dengan laba bersih Rp 354,3 miliar dan total aset Rp 25,3 triliun per Maret 2026.
- Rasio NPF bruto BFI Finance sebesar 1,57% dan NPF neto 0,25% per Maret 2026, jauh di bawah rata-rata industri multifinance yang 2,78%.
Kinerja pembiayaan dan profitabilitas kuartal pertama
Seperti dilaporkan KONTAN, Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menyatakan realisasi pembiayaan baru pada kuartal I-2026 relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam keterbukaan informasi pada Rabu, 29 April 2026, ia mengatakan perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin risiko untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah volatilitas pasar.Sutadi menyatakan perseroan optimistis dapat menjaga postur risiko yang sehat. Menurut dia, pendekatan yang selektif dan disiplin menjadi faktor untuk mengantisipasi gejolak pasar sekaligus menjaga fondasi keberlanjutan bisnis perusahaan.
Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance membukukan pendapatan Rp 1,7 triliun, naik 3,1% secara tahunan, dengan laba bersih Rp 354,3 miliar pada kuartal I-2026. Hingga Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp 25,3 triliun, dengan return on assets 7% dan return on equity 13%.
Kualitas pembiayaan lebih baik dari industri
Kualitas pembiayaan BFI Finance juga tetap terjaga pada akhir Maret 2026. Rasio non-performing financing, NPF, bruto tercatat 1,57% dan NPF neto 0,25%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri multifinance yang mencatat NPF bruto 2,78% per Februari 2026.Perseroan juga mempertahankan pencadangan dengan rasio coverage terhadap NPF bruto sebesar 2,71 kali. Sementara itu, rasio gearing berada di level 1,2 kali, masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator.
Posisi ini menunjukkan perusahaan pembiayaan tersebut masih menjaga ekspansi secara terukur di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Dengan kualitas aset yang solid dan leverage yang rendah, BFI Finance memiliki ruang untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis sambil tetap menjaga profil risiko.
Kinerja konsolidasi BRI pada kuartal I-2026 menunjukkan penguatan seiring strategi diversifikasi bisnis melalui anak usaha. Dalam ulasan kami sebelumnya, hampir seperempat laba bersih BRI per akhir Maret 2026 ditopang kontribusi entitas anak seperti Pegadaian dan PNM, yang menegaskan transformasi grup untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis inti perbankan.
Berita Mergers Terbaru
- Forex
- Crypto