Industri gadai dorong digitalisasi untuk perluas pasar nasabah milenial
Perusahaan gadai di Indonesia semakin menempatkan digitalisasi sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis di tengah perubahan perilaku nasabah. Langkah ini dipandang perlu terutama untuk menarik segmen milenial, meski operasional berbasis cabang tetap dinilai krusial dalam layanan gadai.
Sorotan
- Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia menilai digitalisasi diperlukan untuk menjangkau nasabah milenial dan memperluas akses pasar di tengah perubahan kebiasaan konsumen.
- Implementasi digitalisasi di industri gadai masih terhambat keterbatasan SDM dan dana pembangunan sistem meski digunakan untuk operasional, promosi, serta aplikasi nasabah seperti Tring! milik PT Pegadaian.
- PPGI dan PT Budi Gadai Indonesia menegaskan kantor cabang tetap penting karena penyerahan fisik barang jaminan, dengan digitalisasi berperan sebagai pendukung transaksi dan pemantauan operasional.
Strategi digitalisasi dan tantangan implementasi
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia menilai digitalisasi sangat diperlukan untuk pengembangan bisnis pergadaian karena nasabah milenial menghendaki layanan yang lebih digital. Sekretaris PPGI Holilur Rohman mengatakan kebutuhan itu semakin relevan ketika industri berupaya memperluas akses pasar dan menyesuaikan model layanan dengan perubahan kebiasaan konsumen.Meski demikian, belum semua perusahaan gadai menerapkan digitalisasi secara penuh. Holilur menyebut sejumlah hambatan masih membayangi, antara lain keterbatasan kualitas sumber daya manusia serta penyediaan dana atau anggaran untuk membangun sistem yang memadai.
Dalam praktiknya, digitalisasi di industri ini digunakan untuk mendukung sistem operasional dan keuangan perusahaan, promosi melalui media sosial, hingga pengembangan aplikasi nasabah seperti Tring! milik PT Pegadaian. Pemanfaatan teknologi itu menunjukkan bahwa transformasi digital di bisnis gadai tidak hanya menyasar efisiensi internal, tetapi juga pengalaman layanan pelanggan.
Peran cabang tetap bertahan di tengah perubahan
PPGI menilai kehadiran kantor cabang masih tetap penting meski digitalisasi terus berkembang. Holilur meyakini cabang akan tetap eksis karena pinjaman dengan sistem gadai tetap memerlukan penyerahan fisik barang jaminan dan tatap muka dengan nasabah.Pandangan serupa disampaikan PT Budi Gadai Indonesia dari Sumatera Utara. Direktur Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring menilai digitalisasi menjadi kebutuhan penting, terutama ketika jumlah cabang perusahaan terus bertambah dan manajemen membutuhkan pemantauan kegiatan operasional yang cepat serta akurat.
Budiarto mengatakan sistem digitalisasi di perusahaannya akan terus diperbarui agar semakin mendukung proses bisnis. Menurut dia, tren digitalisasi tidak meredupkan peran kantor cabang, melainkan berfungsi sebagai pendukung transaksi dan media informasi bagi nasabah agar perusahaan dapat menawarkan kemudahan bertransaksi secara lebih luas.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang risiko siber di industri asuransi, kami menyoroti bahwa percepatan digitalisasi membuat ancaman serangan digital kian menonjol dan mendorong perusahaan memperkuat keamanan siber, sistem TI, serta tata kelola. Artikel itu juga membahas langkah Zurich Asuransi Indonesia meningkatkan infrastruktur, pemantauan/pengujian keamanan, dan kesiapan anggaran TI, sejalan dengan penekanan regulator agar ketahanan operasional dan perlindungan data nasabah tetap terjaga.
Berita Digital Government Terbaru
- Forex
- Crypto