CIMB Niaga catat laba konsolidasi Rp 2,3 triliun pada kuartal I-2026

CIMB Niaga catat laba konsolidasi Rp 2,3 triliun pada kuartal I-2026
CIMB Niaga laba melonjak

Kinerja perbankan CIMB Niaga pada awal 2026 ditopang pertumbuhan pendapatan berbasis komisi serta penghimpunan dana murah yang makin kuat. Pada kuartal I-2026, bank ini juga mencatat rasio CASA tertinggi dalam sejarah perseroan, di tengah pertumbuhan kredit yang tetap berlangsung.

Sorotan

  • PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat laba sebelum pajak Rp 2,3 triliun pada kuartal I-2026, naik 4,5% dengan earning per share Rp 70,20.
  • Total kredit dan pembiayaan CIMB Niaga naik 2,2% menjadi Rp 235,1 triliun, penyaluran kredit ritel didorong Kredit Pemilikan Mobil yang tumbuh 4%.
  • Rasio CASA mencapai rekor 73,9% dari total dana pihak ketiga Rp 260,1 triliun, didukung pertumbuhan dana murah 12,2% dan digitalisasi 90,6% transaksi.

Kinerja kuartal pertama dan penguatan pendapatan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 2,3 triliun pada kuartal I-2026, naik 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan earning per share Rp 70,20.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan dalam keterangan resmi pada Senin, 4 Mei 2026, mengatakan perseroan memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat.

Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan tumbuh 2,2% secara tahunan menjadi Rp 235,1 triliun pada kuartal I-2026. Penyaluran kredit segmen usaha kecil menengah naik 1,2% secara tahunan, kredit konsumer tumbuh 0,2%, sementara kredit ritel terdorong oleh Kredit Pemilikan Mobil yang meningkat 4%.

Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan berada di bawah rata-rata industri dan biaya kredit tetap di bawah 1%. Likuiditas dan permodalan juga berada pada level kuat, tercermin dari loan to deposit ratio sebesar 89,2% dan rasio kecukupan modal 25,3% hingga akhir kuartal I-2026.

Dana murah dan digitalisasi menopang prospek

Total dana pihak ketiga CIMB Niaga mencapai Rp 260,1 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,3% dibandingkan setahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang dana murah atau CASA yang melonjak 12,2% menjadi Rp 192,3 triliun.

Dengan capaian itu, rasio CASA tercatat 73,9% dari total dana pihak ketiga, menjadi rekor tertinggi bagi CIMB Niaga. Struktur pendanaan yang lebih murah ini memberi ruang bagi perseroan untuk menjaga margin sekaligus memperkuat pendapatan inti melalui fee-based income.

Di sisi operasional, 90,6% transaksi keuangan nasabah pada kuartal I-2026 sudah dilakukan melalui kanal digital. Fokus pada ekosistem digital, imbal hasil yang tetap terjaga, serta permodalan yang kuat menjadi penopang strategi pertumbuhan bank di tengah persaingan industri perbankan nasional.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja BRI pada kuartal I-2026, BRI mencatat laba bersih Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara tahunan, dengan hampir seperempat laba berasal dari kontribusi anak usaha. Penguatan Pegadaian dan PNM menegaskan arah transformasi dan diversifikasi BRI Group untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis inti, sekaligus menopang pendapatan berbasis komisi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.