Saham big banks menguat di awal perdagangan Jakarta

Saham big banks menguat di awal perdagangan Jakarta
Big banks stocks rise

Pergerakan saham bank-bank besar membuka pekan dengan penguatan pada sesi pertama perdagangan Senin, 4 Mei 2026, di tengah perhatian pasar terhadap kinerja kuartal pertama tahun ini. Kenaikan tertinggi tercatat pada BBNI, sementara penguatan saham bank besar lain dinilai memberi sinyal positif bagi arah perdagangan sektor perbankan dalam sepekan.

Sorotan

  • Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 1,61% ke Rp3.780, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,91% ke Rp4.430, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,85% ke Rp5.900, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 0,67% ke Rp3.010 pada sesi pertama.
  • Empat big banks—BBRI, BMRI, BBCA, BBNI—mencatat pertumbuhan laba kuartal I 2026 dengan urutan pertumbuhan tertinggi pada BBRI, disusul BMRI, BBCA, dan BBNI.
  • Pertumbuhan laba dan kredit bank Himbara menjadi pendorong utama, namun fluktuasi nilai tukar rupiah dan tekanan global membatasi ruang penguatan sektor perbankan.

Kinerja sesi pertama dan pendorong utama

KONTAN Indonesia melaporkan, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat penguatan terbesar pada sesi pertama siang ini dengan kenaikan 1,61% ke Rp3.780 per saham. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,91% ke Rp4.430, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,85% ke Rp5.900, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertambah 0,67% ke Rp3.010.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta sebelumnya mengatakan pergerakan saham big banks dipengaruhi oleh pengumuman kinerja kuartal I 2026. Empat bank besar tersebut sudah merilis laporan keuangan kuartal I 2026 dan seluruhnya membukukan pertumbuhan laba positif, dengan urutan pertumbuhan tertinggi berasal dari BBRI, BMRI, BBCA, lalu BBNI.

Sentimen sektor perbankan dan risiko global

Nafan menilai kinerja keuangan bank besar yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara, atau Himbara, meningkat lebih agresif. Dalam penyaluran kredit, BBRI, BBNI, dan BMRI disebut lebih agresif dibandingkan BBCA, didukung sinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan program strategis.

Meski laporan kinerja menjadi sentimen positif bagi saham big banks, ruang penguatan sektor ini masih dibayangi faktor eksternal. Menurut Nafan, tekanan dari sentimen global, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah, tetap berpotensi memengaruhi arah pergerakan saham perbankan dalam waktu dekat.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja konsolidasi BRI pada kuartal I-2026, BRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara tahunan, dengan kontribusi anak usaha mencapai 24,89% per akhir Maret 2026. Pertumbuhan dari Pegadaian dan PNM menjadi sorotan, menegaskan strategi diversifikasi dan transformasi grup untuk memperkuat sumber pertumbuhan di luar bisnis inti perbankan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.