Citi Indonesia proyeksikan kinerja semester II 2026 membaik di tengah likuiditas kuat

Citi Indonesia proyeksikan kinerja semester II 2026 membaik di tengah likuiditas kuat
Citi Indonesia optimis 2026

Setelah laba bersih hingga Mei 2026 melemah secara tahunan, Citi Indonesia tetap melihat paruh kedua tahun ini akan berlangsung lebih kondusif bagi bisnis perbankan. Perseroan menilai meredanya gejolak geopolitik dan kuatnya likuiditas internal memberi ruang untuk menjaga pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga.

Sorotan

  • Citi Indonesia mencatat laba bersih turun 18,07% YoY menjadi Rp 906,20 miliar dan pendapatan bunga bersih turun 6,97% YoY menjadi Rp 1,65 triliun per Mei 2026.
  • Total aset Citi Indonesia naik 23,42% YoY menjadi Rp 117,16 triliun dan dana pihak ketiga tumbuh 20,21% YoY menjadi Rp 72,89 triliun, dengan loan to deposit ratio memberi ruang ekspansi kredit.
  • Manajemen menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga high single digit dan kredit mid single digit, merevisi RBB 2026 untuk mengantisipasi perubahan suku bunga, pelemahan rupiah, dan lonjakan harga minyak.

Prospek semester kedua dan penyesuaian target

KONTAN melaporkan, Citibank N.A. Indonesia optimistis kinerja bisnis pada semester II-2026 akan lebih baik dibandingkan semester I-2026 meski hingga Mei laba bersih tercatat turun 18,07% secara tahunan menjadi Rp 906,20 miliar. Pendapatan bunga bersih juga menyusut 6,97% YoY menjadi Rp 1,65 triliun, tetapi penyaluran kredit masih tumbuh 5,80% YoY menjadi Rp 28,16 triliun.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan perseroan mencatat pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang solid di tengah pasar yang masih bergejolak. Ia menilai semester kedua berpotensi lebih stabil seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya memicu volatilitas rupiah terhadap dolar U.S. dan kenaikan harga minyak dunia.

Untuk sisa tahun ini, Citi Indonesia menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga pada kisaran high single digit, sedangkan pertumbuhan kredit dipatok pada level mid single digit. Perseroan juga telah mengajukan revisi Rencana Bisnis Bank 2026 untuk menyesuaikan asumsi makroekonomi terkini, termasuk perubahan suku bunga, pelemahan rupiah, dan lonjakan harga minyak.

Fokus kredit korporasi dan bantalan modal

Dari sisi intermediasi, Citi Indonesia masih memfokuskan pembiayaan pada segmen korporasi. Pada semester I-2026, sektor multifinance, lembaga keuangan nonbank, makanan dan minuman, serta manufaktur menjadi kontributor utama pertumbuhan kredit korporasi, sementara pada segmen commercial banking, pertumbuhan terutama berasal dari perusahaan teknologi yang sedang berkembang.

Menurut manajemen, permintaan pembiayaan dari nasabah korporasi masih terjaga, baik untuk modal kerja maupun kredit investasi dari perusahaan multinasional dan korporasi domestik. Batara juga menyebut kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin menjadi tantangan bagi industri perbankan, namun keseimbangan tetap perlu dijaga agar daya tarik instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tidak menghambat pertumbuhan kredit.

Citi Indonesia menyatakan likuiditas masih sangat kuat, dengan loan to deposit ratio yang dinilai masih memberi ruang besar untuk ekspansi kredit. Total aset per Mei 2026 naik 23,42% YoY menjadi Rp 117,16 triliun, dana pihak ketiga tumbuh 20,21% YoY menjadi Rp 72,89 triliun, komposisi CASA bertahan di kisaran 70% hingga 80%, dan rasio kecukupan modal berada di level 35% hingga 40%. Perseroan juga menyebut kualitas aset tetap sehat dengan rasio kredit bermasalah di level nol.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan margin perbankan Indonesia, kami mencatat margin keuntungan industri turun karena kenaikan biaya operasional lebih cepat daripada penurunan biaya dana, sehingga bank cenderung lebih hati-hati menaikkan bunga kredit. Kami juga menyoroti langkah yang umum ditempuh untuk menjaga profitabilitas, seperti memperbesar porsi dana murah (CASA), meningkatkan efisiensi, dan lebih selektif menyalurkan kredit di tengah persaingan likuiditas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.