Kemendag dorong percepatan IEU-CEPA untuk jaga akses pasar Uni Eropa

Kemendag dorong percepatan IEU-CEPA untuk jaga akses pasar Uni Eropa
Kemendag percepat IEU-CEPA

Pemerintah Indonesia terus mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement, IEU-CEPA, untuk menjaga keberlanjutan akses pasar produk nasional ke Uni Eropa. Langkah ini mengemuka saat Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima Duta Besar RI Brussel Andy Rachmianto di Jakarta pada 3 Mei.

Sorotan

  • Kementerian Perdagangan Indonesia mempercepat negosiasi IEU-CEPA untuk menjaga dan memperluas akses pasar ke Uni Eropa.
  • Koordinasi diplomasi dagang dengan Brussel diperkuat, melibatkan berbagai pejabat terkait demi mendapatkan dukungan negara anggota Uni Eropa.
  • Mitra Uni Eropa diajak berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 guna memperluas peluang kerja sama dan ekspor.

Koordinasi diplomasi dagang dengan Brussel

Seperti disampaikan Kementerian Perdagangan Indonesia, pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan itu juga difokuskan pada penguatan koordinasi dan langkah diplomasi perdagangan dengan pihak terkait di Eropa.

Pemerintah menjajaki berbagai opsi solusi dalam proses perundingan sekaligus memperkuat dukungan dari negara-negara anggota Uni Eropa. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat penyelesaian IEU-CEPA di tengah pentingnya pasar Eropa bagi ekspor Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha, Sekretaris Direktorat Perundingan Perdagangan Internasional Danang Prasta Danial, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat N.M. Kusuma Dewi.

Trade Expo Indonesia dan dampak bagi ekspor

Mendag juga mengajak partisipasi mitra Uni Eropa dalam Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kerja sama perdagangan dengan pelaku usaha dan mitra kawasan tersebut.

Bagi Indonesia, percepatan IEU-CEPA dan penguatan keterlibatan mitra Uni Eropa dalam agenda dagang nasional berpotensi memperbesar akses pasar, menjaga kesinambungan ekspor, dan membuka ruang kerja sama perdagangan yang lebih luas bagi sektor-sektor berorientasi ekspor.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja ekspor Indonesia Maret 2026, kami mencatat nilai ekspor mencapai USD22,53 miliar dengan pertumbuhan tahunan 3,10% meski melemah secara bulanan akibat penurunan ekspor nonmigas. Kami juga menyoroti koreksi tajam pada komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati serta pertumbuhan kumulatif Januari–Maret 2026 yang masih tipis, yang menegaskan pentingnya memperluas pasar dan menjaga kesinambungan ekspor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.