PLN siapkan smart grid dan BESS untuk integrasi EBT di sistem Jamali
Peta jalan energi hijau nasional menempatkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, termasuk surya dan angin, sebagai prioritas strategis di Indonesia. Di sistem Jawa-Madura-Bali, masuknya EBT yang bersifat intermiten menambah tantangan baru bagi pengelolaan frekuensi, inersia sistem, dan stabilitas pasokan listrik.
Sorotan
- PLN menyiapkan smart grid, digitalisasi sistem proteksi, dan pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) untuk memperkuat integrasi EBT di sistem Jamali.
- Sistem Jawa-Madura-Bali saat ini terdiri dari 60,2% batubara, 30,5% gas, 8,4% EBT, dan 0,9% lainnya, menjadi dasar pergeseran menuju energi terbarukan.
- Penambahan pembangkit variabel menuntut infrastruktur digital dan penyimpanan energi agar porsi EBT bisa bertambah tanpa meningkatkan risiko gangguan sistem Jamali.
Strategi teknologi untuk menjaga stabilitas Jamali
Menurut Okezone, dalam keterangannya, PLN menyatakan integrasi EBT di sistem Jamali menuntut kesiapan operasi yang lebih tinggi seiring meningkatnya variabilitas pasokan dari pembangkit surya dan angin. Senior Manager Operasi Sistem PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Jamali, Elvanto Yanuar Ikhsan, mengatakan kompleksitas beban di sistem tersebut terus meningkat sehingga jaringan harus siap menghadapi variabilitas dan menjaga stabilitas kelistrikan.Untuk menopang transisi energi tanpa mengorbankan kualitas pasokan, PLN menyiapkan tiga pilar teknologi utama, yaitu implementasi smart grid, digitalisasi sistem proteksi, dan pengembangan Battery Energy Storage System, atau BESS. Menurut perusahaan, kombinasi teknologi itu memungkinkan penyerapan daya EBT yang lebih fleksibel sekaligus membantu menjaga stabilitas tegangan secara real-time.
Dampak bauran energi terhadap pengelolaan sistem
Sistem Jawa-Madura-Bali saat ini mencatat komposisi bauran energi yang masih didominasi pembangkit batubara sebesar 60,2%, disusul gas 30,5%, EBT 8,4%, dan lainnya 0,9%. Struktur ini menjadi titik awal bagi pergeseran bertahap menuju porsi EBT yang lebih besar dalam sistem kelistrikan nasional.Bagi operator jaringan, peningkatan porsi pembangkit variabel berarti kebutuhan terhadap sistem kendali dan proteksi yang lebih responsif juga ikut naik. Hal itu menempatkan penguatan infrastruktur digital dan penyimpanan energi sebagai faktor penting agar penetrasi EBT dapat bertambah tanpa meningkatkan risiko gangguan pada sistem Jamali.
Klarifikasi tarif listrik April–Juni 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, setelah muncul keluhan warganet soal tagihan yang terasa naik dan isu penyesuaian tarif tanpa pemberitahuan. Pemerintah dan PLN menegaskan tidak ada kenaikan tarif pada periode tersebut serta memaparkan rincian tarif untuk meredam kebingungan pelanggan dan isu hoaks di media sosial.
Berita National Grid Terbaru
- Forex
- Crypto