Holding UMi perluas jangkauan pembiayaan mikro hingga 33,7 juta nasabah per Maret 2026
Ekosistem ultra mikro BRI Group terus memperluas akses pembiayaan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro di berbagai wilayah Indonesia dalam lima tahun terakhir. Hingga akhir Maret 2026, Holding Ultra Mikro mencatat lebih dari 33,7 juta nasabah pinjaman dan lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro, menandakan skala bisnis yang makin besar dalam sistem keuangan nasional.
Sorotan
- Holding Ultra Mikro menargetkan perluasan jangkauan pembiayaan mikro hingga 33,7 juta nasabah pada Maret 2026 di bawah ekosistem BRI Group.
- Tabungan dan deposito emas di ekosistem UMi BRI Group mencapai 22 ton, didukung inovasi digital seperti aplikasi Tring dari Pegadaian hingga Maret 2026.
- Sebanyak 1,2 juta debitur naik kelas dan 7,9 juta polis asuransi mikro baru tercatat, sementara outlet SenyuM Co-Location mencapai 1.035 titik per Maret 2026.
Ekspansi layanan dan capaian ekosistem
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Holding Ultra Mikro yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sambil memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro.Dalam siaran pers pada Kamis (7/5), Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan keberhasilan ekosistem ini tidak hanya terlihat dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari manfaat langsung yang dirasakan masyarakat melalui program pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, serta jalur kenaikan kelas yang lebih terstruktur.
Sejalan dengan penguatan tersebut, Holding UMi juga mengembangkan layanan bullion emas dan inovasi digital seperti aplikasi Tring dari Pegadaian. Pada periode yang sama, total tabungan emas dan deposito emas dalam ekosistem UMi BRI Group tercatat mencapai 22 ton, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas.
Dampak pada inklusi keuangan dan kapasitas usaha
Sepanjang triwulan I 2026, sebanyak 1,2 juta debitur tercatat berhasil naik kelas, menunjukkan transformasi pelaku usaha ultra mikro menuju skala usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Akhmad juga menyatakan penguatan ekosistem tidak berhenti pada akses pembiayaan, tetapi mencakup pembangunan ketahanan finansial masyarakat secara lebih menyeluruh.Dalam konteks itu, perlindungan melalui asuransi mikro menjadi salah satu elemen penting. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pemegang polis asuransi mikro bertambah 7,9 juta polis.
Sebagai bagian dari sinergi antarlembaga dalam holding, jaringan layanan fisik Sentra Layanan Ultra Mikro atau SenyuM Co-Location juga terus diperluas. Hingga Maret 2026, jumlah outlet bersama yang melayani nasabah BRI, PNM, dan Pegadaian mencapai 1.035 titik layanan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang dorongan OJK melalui POJK.19/2025, kami membahas langkah regulator agar perbankan lebih aktif memperluas akses pembiayaan UMKM yang mudah, cepat, murah, dan inklusif. Kami juga mengulas tren Maret 2026 ketika kredit UMKM mulai pulih, ditopang pertumbuhan kredit mikro dan menengah, serta strategi penguatan ekosistem seperti pendampingan usaha, digitalisasi proses kredit, dan peningkatan literasi keuangan.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto