Sun Life Indonesia bukukan pertumbuhan premi bisnis baru 41% pada kuartal I-2026

Sun Life Indonesia bukukan pertumbuhan premi bisnis baru 41% pada kuartal I-2026
Premi Sun Life melonjak

Di tengah rendahnya penetrasi asuransi jiwa dan naiknya biaya kesehatan di Indonesia, Sun Life Indonesia mencatat awal tahun yang positif pada kuartal I-2026. Perusahaan juga membukukan kenaikan laba bersih 236% secara tahunan, sekaligus memperluas penawaran lewat produk kesehatan syariah baru.

Sorotan

  • Sun Life Indonesia mencatat pertumbuhan premi bisnis baru 41% dan laba bersih naik 236% year-on-year pada kuartal I-2026.
  • Sun Life Indonesia meluncurkan produk perlindungan kesehatan syariah SHIFA Signature, menawarkan manfaat kesehatan hingga Rp15 miliar dan Limit Booster sampai Rp35 miliar.
  • Inflasi biaya medis Indonesia mencapai 19,8% pada 2025, sementara penetrasi asuransi jiwa masih di bawah 3% PDB dan hanya 6,6% populasi terlindungi.

Kinerja kuartal pertama dan peluncuran produk syariah

KONTAN melaporkan, PT Sun Life Financial Indonesia mencatat pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 41% secara year on year pada kuartal I-2026, sementara laba bersih meningkat 236% secara tahunan. Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan capaian itu ditopang distribusi yang kuat dari kemitraan perbankan dan kanal keagenan, serta mencerminkan pertumbuhan yang sehat di tengah industri yang semakin dinamis.

Dalam konferensi pers di Jakarta Utara pada Jumat, 8 Mei 2026, Albertus menyatakan kinerja tersebut mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dan memperkuat tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan perlindungan kesehatan, Sun Life Indonesia meluncurkan SHIFA Signature, produk perlindungan kesehatan berbasis syariah yang dirancang sebagai pelengkap bagi nasabah, termasuk yang sudah memiliki BPJS atau perlindungan kesehatan dari kantor.

Produk itu menyediakan manfaat rawat inap, pembedahan, rawat jalan yang terkait dengan rawat inap atau pembedahan termasuk robotic, dukungan layanan medis, layanan ambulan, vaksinasi tertentu, dan santunan meninggal dunia. Manfaat tambahannya mencakup pengobatan tradisional China, telehealth, perawatan di rumah, pemeriksaan kesehatan untuk stroke, kanker, dan coronary bypass surgery, serta perawatan kanker tertentu sesuai ketentuan polis.

Dorongan pasar dari inflasi medis dan rendahnya penetrasi

Albertus menyoroti inflasi biaya medis di Indonesia yang meningkat menjadi 19,8% pada 2025, yang menurutnya memperbesar risiko finansial keluarga ketika menghadapi kondisi kesehatan tak terduga. Kondisi itu, kata dia, membuat kebutuhan atas perlindungan yang tepat menjadi semakin penting.

Ia juga menyebut penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto, sementara hanya sekitar 6,6% populasi yang memiliki asuransi jiwa. Menurutnya, angka itu menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan memadai, baik dari sisi akses, pemahaman, maupun kesesuaian produk dengan kebutuhan mereka.

SHIFA Signature dipasarkan melalui kanal keagenan Sun Life Indonesia dan kemitraan perbankan, termasuk PT Bank CIMB Niaga Tbk, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia. Nasabah dapat memilih tujuh wilayah perlindungan, dari Indonesia hingga worldwide, dengan manfaat kesehatan tahunan hingga Rp15 miliar, Limit Booster hingga Rp35 miliar, fasilitas cashless, serta no claim benefit berupa diskon kontribusi hingga 15% untuk polis berikutnya sesuai ketentuan.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang POJK OJK Nomor 4 Tahun 2026 untuk produk investasi perbankan syariah, kami membahas aturan yang mempertegas pemisahan antara dana simpanan dan instrumen investasi berbasis bagi hasil serta risiko yang ditanggung nasabah investor. Kami juga mengulas penguatan tata kelola dan perlindungan konsumen, termasuk masa penyesuaian hingga dua tahun bagi bank yang sudah memiliki produk investasi serta implikasinya terhadap segmentasi nasabah dan strategi peluncuran produk syariah baru.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.