Kemenkeu percepat akuisisi PNM dari Danantara untuk pembentukan bank UMKM
Pemerintah sedang mematangkan skema pertukaran aset strategis antara Kementerian Keuangan dan BPI Danantara yang mencakup pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani. Langkah ini menjadi bagian dari rencana membentuk bank yang berfokus pada pembiayaan dan pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah kendali langsung Kemenkeu.
Sorotan
- Kemenkeu mempercepat proses tukar aset dengan Danantara, mengambil alih PNM dan menyerahkan PT Geo Dipa Energi, dengan diskusi lanjutan pada 11 Mei 2026.
- Kemenkeu tidak ingin kedua aset tetap di bawah Danantara, menegaskan percepatan akuisisi sebagai bagian dari restrukturisasi aset BUMN.
- Akuisisi PNM telah disetujui Presiden Prabowo untuk dijadikan bank UMKM di bawah Special Mission Vehicle Kemenkeu, berfokus pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat dan pendampingan usaha kecil.
Skema tukar aset dan target eksekusi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kesepakatan tukar guling itu sudah mendapat lampu hijau dan pembahasan dengan Danantara sedang berlangsung. Dalam skema tersebut, Kemenkeu mengambil alih PNM, sementara PT Geo Dipa Energi (Persero) diserahkan kepada Danantara.Purbaya menyatakan proses itu ingin dijalankan secepatnya dan diskusi lanjutan dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026, di Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa Kemenkeu tidak ingin kedua aset tersebut tetap berada di bawah Danantara dalam rancangan akhir transaksi.
Arah pembentukan bank UMKM
Purbaya mengatakan rencana pengambilalihan PNM telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk mentransformasikan perusahaan tersebut menjadi bank yang fokus melayani sektor UMKM. Entitas itu nantinya diproyeksikan berada di bawah Special Mission Vehicle Kemenkeu, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur atau Pusat Investasi Pemerintah.Fungsi utama bank tersebut adalah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat, sekaligus membangun ekosistem pendukung bagi pelaku usaha kecil. Selain menyediakan akses permodalan, lembaga itu juga dirancang memberi fasilitas pendampingan yang lebih komprehensif bagi nasabah UMKM.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kinerja penjaminan kredit Jamkrindo pada kuartal I 2026, kami mencatat realisasi volume penjaminan Rp 43,6 triliun yang menjangkau 836.487 pelaku UMKM dan dikaitkan dengan penyerapan hampir 3 juta tenaga kerja. Kami juga menyoroti fokus Jamkrindo memperkuat ekosistem UMKM lewat penjaminan kredit, digitalisasi layanan, serta program literasi dan pendampingan agar akses pembiayaan bagi sektor produktif makin luas.
Berita HitBTC Terbaru
- Forex
- Crypto