Pasar saham Indonesia melemah saat IHSG turun 1,43 persen, rupiah tembus Rp17.500 per dolar U.S.
Tekanan serentak di pasar keuangan Indonesia mendorong IHSG ditutup turun tajam pada sesi I perdagangan di Jakarta, Selasa, ke level 6.807,13. Pelemahan itu berlangsung ketika rupiah menembus Rp17.513 per dolar U.S., mempertegas tekanan terhadap aset domestik di tengah sentimen global dan tantangan ekonomi dalam negeri.
Sorotan
- IHSG turun 1,43 persen pada sesi I dengan nilai transaksi Rp7,51 triliun dan hampir seluruh sektor bergerak di zona merah.
- Sektor industri turun 3,44 persen dan infrastruktur turun 2,89 persen, sementara sektor transportasi naik 2,73 persen.
- Rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar U.S. dengan risiko lanjut ke Rp17.550 minggu ini akibat kekhawatiran geopolitik global dan tekanan ekonomi domestik.
Pergerakan pasar dan pemicu pelemahan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, nilai transaksi pada penutupan sesi I mencapai Rp7,51 triliun, dengan volume 18,90 miliar lembar saham dan frekuensi 1,49 juta kali. Penurunan indeks terjadi setelah hampir seluruh sektor saham bergerak di zona merah, dipimpin sektor industri yang melemah 3,44 persen dan sektor infrastruktur yang turun 2,89 persen.Sektor consumer non primer dan teknologi masing-masing turun 1,51 persen, sementara sektor consumer primer melemah 1,22 persen. Di tengah pelemahan luas tersebut, sektor transportasi menjadi pengecualian dengan kenaikan 2,73 persen.
Tekanan rupiah dan dampaknya bagi sentimen
Di pasar valuta asing, rupiah bergerak melemah ke kisaran Rp17.500 per dolar U.S., menambah tekanan pada sentimen perdagangan saham. Pelemahan mata uang domestik ini disebut berlangsung seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap faktor eksternal dan kondisi fundamental ekonomi nasional.Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam waktu dekat. Ia menilai pelemahan signifikan ini dipicu kombinasi sentimen negatif dari geopolitik global dan tantangan besar pada ekonomi domestik, dengan potensi rupiah bergerak menuju kisaran Rp17.550 pada pekan ini.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang tekanan kurs rupiah yang mendekati level psikologis Rp17.500 per dolar AS, kami membahas dorongan agar pemerintah dan Bank Indonesia memperkuat respons kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi. Kami juga menyoroti kaitannya dengan agenda fiskal DPR menjelang pembahasan KEM-PPKF untuk penyusunan APBN 2027, di tengah tekanan regional pada mata uang Asia yang memperbesar volatilitas nilai tukar.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto