Istana bahas strategi pengentasan kemiskinan dan penciptaan kerja untuk UMKM
Pemerintah mempercepat pembahasan agenda pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja melalui koordinasi langsung di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan itu juga mencakup evaluasi program pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas UMKM, serta penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.
Sorotan
- Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menyiapkan 1.001 titik pasar rakyat dan mendorong subsidi pelatihan serta akses permodalan untuk produktivitas UMKM.
- Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk UMKM terus meningkat dengan 1.000 UMKM di Bali dijadwalkan menerima KUR pada Rabu pagi.
- Program SMK Go Global menargetkan lulusan SMK dari desil 1 untuk penempatan kerja internasional di U.S., Eropa, Timur Tengah, Korea, dan Jepang.
Agenda rapat dan target program
Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar untuk melaporkan pelaksanaan tugas kementeriannya, mulai dari penanganan kemiskinan hingga target penciptaan lapangan kerja. Muhaimin, yang dikenal sebagai Cak Imin, mengatakan laporan itu juga mencakup program pemberdayaan masyarakat dan upaya peningkatan produktivitas UMKM.Ia menjelaskan kementeriannya terus menjalankan berbagai kegiatan untuk membuat pasar lebih bergairah. Menurut dia, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menyiapkan 1.001 titik pasar rakyat untuk membantu pelaku UMKM menemukan pasar yang lebih aktif, di samping mendorong subsidi pelatihan dan akses permodalan.
Cak Imin menambahkan penyaluran kredit usaha rakyat, atau KUR, terus meningkat dan masih akan ditingkatkan untuk UMKM. Ia juga mengatakan 1.000 UMKM dijadwalkan menerima KUR di Bali pada Rabu pagi.
Dampak pada tenaga kerja dan mobilitas lulusan vokasi
Selain agenda kemiskinan dan pembiayaan usaha kecil, Muhaimin mengatakan ia juga melaporkan perkembangan program SMK Go Global. Program itu ditujukan untuk menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan agar dapat bekerja di luar negeri dengan dukungan pendampingan, bantuan, dan pelatihan.Ia menyebut tujuan penempatan mencakup U.S., Eropa, Timur Tengah, Korea, dan Jepang. Menurut dia, jumlah peserta yang berangkat terus bertambah setiap hari, dengan sasaran utama lulusan SMK dari desil 1, yaitu kelompok dari daerah-daerah paling miskin.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pemetaan 88 kabupaten/kota prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem, kami mengulas strategi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026 lewat refocusing program ke wilayah sasaran. Kami juga menyoroti penekanan pada penguatan ekosistem pemberdayaan—termasuk pelatihan kerja singkat—serta pentingnya akurasi DTSEN dan kesiapan infrastruktur digital daerah agar bantuan lebih tepat sasaran.
Berita Reliance Terbaru
- Forex
- Crypto