Kementerian Pertanian pastikan pasokan pangan dan hewan kurban aman jelang Idul Adha

Kementerian Pertanian pastikan pasokan pangan dan hewan kurban aman jelang Idul Adha
Pasokan pangan Idul Adha aman

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pemerintah menyatakan ketersediaan pangan strategis nasional tetap aman dan terkendali. Kondisi ini mencakup komoditas pokok hingga hewan kurban, dengan pemerintah juga menyiapkan distribusi antardaerah untuk menjaga pemerataan pasokan dan harga.

Sorotan

  • Kementerian Pertanian mencatat stok pangan utama termasuk beras, jagung, daging, gula, dan telur dalam kondisi aman menjelang Idul Adha 2026.
  • Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 4,07 juta ton dari tahun sebelumnya, dengan cadangan pemerintah tertinggi yaitu 5,29 juta ton.
  • Ketersediaan hewan kurban surplus 891.320 ekor dibanding kebutuhan Idul Adha 2026 sebesar 2.355.470 ekor, memungkinkan distribusi untuk menekan gejolak harga nasional.

Pasokan pangan dan hewan kurban menjelang Idul Adha

Sebagaimana dilaporkan Kompas.com, Kementerian Pertanian menyatakan stok beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging dan telur ayam, gula konsumsi, serta daging sapi atau kerbau berada dalam kondisi cukup aman dan terkendali. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Kantor Bakom Pemerintah RI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia mengatakan produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 4,07 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Cadangan beras pemerintah saat ini juga mencapai 5,29 juta ton, yang disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Pemerintah juga mencatat produksi daging ayam, telur ayam, dan bawang merah mengalami surplus, bahkan sebagian telah diekspor ke berbagai negara. Untuk Idul Adha 2026, potensi ketersediaan hewan kurban tercatat 3.246.790 ekor, sementara kebutuhan diperkirakan sekitar 2.355.470 ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 891.320 ekor.

Dampak distribusi dan keseimbangan harga nasional

Secara rinci, ketersediaan sapi mencapai 859.268 ekor dengan kebutuhan 791.452 ekor, atau surplus 67.816 ekor. Ketersediaan kerbau mencapai 33.952 ekor dengan kebutuhan 12.914 ekor, sementara kambing sekitar 1,4 juta ekor dengan kebutuhan 1,08 juta ekor, dan domba 935.690 ekor dengan kebutuhan 466.086 ekor, yang seluruhnya masih menunjukkan surplus.

Agung menegaskan seluruh ternak tersebut telah memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban. Ia menambahkan kebutuhan hewan kurban pada 2026 diproyeksikan meningkat sekitar 3,82 persen atau 86.727 ekor dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah produksi dan daerah surplus ke wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan. Langkah itu ditujukan untuk menjaga ketersediaan tetap merata di berbagai daerah sekaligus membantu menahan gejolak harga menjelang hari besar keagamaan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kepastian stok energi nasional, kami menyoroti laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan BBM, LPG, dan minyak mentah masih berada di atas standar minimum nasional. Kami juga mencatat bahwa kondisi ini dinilai mendukung kelancaran distribusi dan konsumsi domestik, sekaligus disertai agenda penataan izin usaha pertambangan untuk memperkuat pengawasan sektor energi dan tambang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.