PT SMI raih permintaan kuat untuk obligasi U.S.$300 juta berimbal hasil 5,1%
PT Sarana Multi Infrastruktur kembali ke pasar obligasi internasional berdenominasi dolar dengan menetapkan harga penerbitan senior unsecured fixed rate notes senilai U.S.$300 juta bertenor lima tahun. Minat investor yang tinggi membuat permintaan mencapai lebih dari U.S.$2,2 miliar dari 119 akun, atau 7,3 kali dari target penerbitan.
Sorotan
- PT SMI menetapkan harga final obligasi U.S.$300 juta bertenor lima tahun pada 5,10%, menurun 35 basis poin dari panduan awal 5,45%.
- Orderbook obligasi PT SMI mencapai lebih dari U.S.$2,2 miliar, didominasi oleh manajer aset dan dana sebesar 74%, mencerminkan permintaan institusional yang kuat.
- Penerbitan ini, bagian dari Program Euro Medium Term Note U.S.$2 miliar, mencatat spread terendah untuk lembaga keuangan nonbank Indonesia dengan peringkat Baa2 Moody’s dan BBB Fitch.
Rincian penerbitan dan permintaan investor
Dalam keterangan resmi PT SMI, harga final obligasi ditetapkan pada 5,10% pada akhir sesi Asia, mencerminkan pengetatan 35 basis poin dari panduan harga awal di kisaran 5,45% yang diumumkan saat pembukaan pasar Asia pada 7 Mei 2026.Penerbitan ini menjadi penerbitan obligasi dolar internasional pertama PT SMI sejak terakhir masuk pasar pada 2021. Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT SMI Ramona Harimurti mengatakan transaksi tersebut mencatat spread paling ketat yang pernah dicapai lembaga keuangan nonbank Indonesia untuk tenor lima tahun.
Obligasi itu diterbitkan di bawah Program Euro Medium Term Note senilai U.S.$2 miliar milik PT SMI dan memperoleh peringkat investasi Baa2 dari Moody's serta BBB dari Fitch Ratings. PT SMI mengumumkan mandat transaksi pada 6 Mei 2026 dan pada hari yang sama menggelar serangkaian pertemuan virtual dengan investor institusional terpilih di Asia dan Eropa.
Dampak bagi pendanaan dan pasar surat utang
Orderbook final ditutup dengan total lebih dari U.S.$2,2 miliar, memberi ruang bagi PT SMI untuk memperketat harga secara signifikan seiring derasnya permintaan investor. Berdasarkan jenis investor, manajer aset dan manajer dana mendominasi 74%, diikuti bank sentral, perusahaan asuransi, dan dana pensiun 14%, perbankan 10%, serta bank privat dan lainnya 2%.Komposisi investor tersebut menunjukkan penerimaan yang luas dari pelaku pasar institusional terhadap profil kredit PT SMI dan instrumen pendanaan Indonesia di pasar global. Dalam transaksi ini, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai sole global coordinator, sementara DBS Bank Ltd., BNI Securities, Deutsche Bank, Mizuho, MUFG, dan Standard Chartered Bank menjadi joint bookrunners dan joint lead managers.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan aset dana pensiun pada kuartal I-2026, kami mencatat kenaikan aset industri didorong hasil investasi yang positif dan peningkatan iuran peserta. Kami juga membahas bagaimana Dapen BCA dan DPLK Avrist menjaga strategi investasi tetap pruden—mengutamakan likuiditas dan konsistensi imbal hasil—dengan menyesuaikan portofolio terhadap dinamika suku bunga dan kondisi pasar keuangan.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto