OJK nilai penurunan bunga kredit perbankan masih terbatas di tengah transmisi BI-Rate

OJK nilai penurunan bunga kredit perbankan masih terbatas di tengah transmisi BI-Rate
Penurunan bunga kredit lambat

Peluang penurunan suku bunga kredit pada 2026 dinilai masih terbuka, tetapi laju penyesuaiannya belum cepat meski suku bunga acuan sudah turun dalam setahun terakhir. Pada Maret 2026, rerata tertimbang suku bunga kredit rupiah berada di 8,76%, lebih rendah dari 8,80% pada Februari 2026 dan 9,20% pada Maret 2025.

Sorotan

  • Suku bunga Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi bank turun masing-masing 67 dan 68 basis poin secara tahunan menjadi 8,00% dan 7,90%.
  • OJK mencatat penurunan bunga kredit masih terbatas karena bank memberikan special rate simpanan agar tetap kompetitif, sehingga biaya dana tetap tinggi.
  • OJK mewaspadai risiko global setelah The Fed mempertahankan Fed Funds Rate di 3,50%-3,75%, mempersempit ruang penurunan bunga domestik.

Transmisi penurunan suku bunga masih bertahap

KONTAN melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan melihat tren penurunan suku bunga kredit perbankan masih berlanjut meski Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 4,75% pada April 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan transmisi penurunan suku bunga acuan ke bunga kredit memang membutuhkan waktu, namun arah penyesuaian masih bergerak menurun.

Menurut Dian, penurunan bunga kredit terutama terjadi pada kredit produktif, baik kredit modal kerja maupun kredit investasi, sejalan dengan turunnya biaya dana dan kebijakan penurunan BI-Rate dalam setahun terakhir. Ia merinci, suku bunga Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi masing-masing turun 67 basis poin dan 68 basis poin secara tahunan menjadi 8,00% dan 7,90%.

Dian menambahkan, penyesuaian bunga kredit di tiap bank sangat bergantung pada strategi bisnis serta struktur biaya dana masing-masing. OJK juga mencermati praktik pemberian special rate oleh perbankan untuk menarik dana deposan tertentu, yang membuat biaya dana tetap tinggi karena bank harus bersaing menawarkan bunga simpanan lebih besar.

Likuiditas dan faktor global menahan ruang penurunan

OJK menilai bank perlu mengelola strategi pendanaan, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah atau current account saving account agar tercipta ruang yang lebih besar untuk menurunkan bunga kredit. Dalam jangka panjang, langkah itu dinilai dapat membuat struktur pendanaan lebih efisien dan mendukung penurunan bunga pinjaman secara lebih luas.

Di sisi lain, OJK tetap mewaspadai dinamika global yang dapat memengaruhi likuiditas dan arah suku bunga domestik. Skenario higher for longer kembali menguat setelah The Fed mempertahankan Fed Funds Rate di kisaran 3,50% hingga 3,75% pada rapat Federal Open Market Committee akhir April 2026.

Dian mengatakan kondisi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan perbankan dalam menentukan strategi penyaluran kredit dan pengelolaan likuiditas. OJK juga terus menghimbau agar perbankan secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya agar tetap sejalan dengan kondisi pasar dan rasio keuangan yang sehat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penurunan net interest margin (NIM) perbankan, kami mencatat NIM industri turun menjadi 4,38% pada Maret 2026 seiring pelonggaran suku bunga dan upaya bank menekan bunga kredit. Kami juga menyoroti kenaikan rasio BOPO serta dorongan OJK agar bank meningkatkan efisiensi operasional untuk menjaga profitabilitas saat spread bunga makin menyempit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.