Indonesia tanggapi penurunan IHSG dengan intervensi pasar obligasi
Tekanan di pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Senin pagi mendorong pemerintah menyiapkan langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan investor. Pelemahan IHSG dinilai terutama dipicu sentimen jangka pendek, termasuk kekhawatiran terhadap pergerakan rupiah, di tengah klaim bahwa fondasi ekonomi domestik tetap kuat.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia meningkatkan intervensi di pasar obligasi sejak Senin untuk menahan tekanan dan menjaga stabilitas pasar keuangan.
- Langkah intervensi bertujuan mencegah investor asing melepas surat utang negara dan membantu stabilisasi rupiah di tengah pelemahan IHSG.
- Menteri Keuangan menegaskan ekonomi Indonesia belum resesi, pertumbuhan tetap kuat, dan pelemahan indeks dianggap membuka peluang akumulasi saham.
Langkah stabilisasi pasar pada perdagangan Senin
Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah mulai masuk lebih signifikan ke pasar obligasi sejak hari ini setelah pekan lalu melakukan intervensi dalam skala terbatas. Langkah itu ditujukan untuk membantu mengendalikan pasar obligasi dan menahan tekanan yang dapat memperburuk sentimen di pasar keuangan.Purbaya menyatakan pemerintah berfokus menjaga fondasi ekonomi agar pertumbuhan nasional tidak terganggu oleh gejolak jangka pendek. Ia menambahkan intervensi di pasar obligasi juga dimaksudkan untuk mencegah investor asing melepas surat utang pemerintah karena khawatir terhadap potensi capital loss saat harga obligasi turun, yang pada gilirannya dapat membantu pergerakan rupiah.
Sentimen rupiah dan pesan untuk investor
Purbaya menilai pelemahan IHSG dipengaruhi banyak sentimen, termasuk anggapan bahwa pelemahan rupiah saat ini menyerupai kondisi menjelang krisis 1997-1998. Menurut dia, situasi ekonomi sekarang berbeda karena Indonesia belum berada dalam resesi dan ekonomi masih tumbuh cukup kuat.Ia juga meminta investor pasar modal tidak panik menghadapi koreksi saat ini. Dalam pandangannya, pelemahan indeks membuka peluang akumulasi saham di harga rendah, sembari menekankan bahwa ruang perbaikan masih tersedia selama pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan rupiah ke level terendah baru, kami menyoroti respons pemerintah dan Bank Indonesia yang menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan kurs. Laporan itu juga merangkum langkah stabilisasi yang disiapkan, termasuk intervensi valas, penggunaan instrumen seperti Sekuritas Rupiah BI, serta pembelian surat utang negara untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto