Riset Traders Union: 43% trader menggunakan bot dan sinyal AI
Traders Union telah menerbitkan studi baru yang berfokus pada dampak alat AI terhadap perilaku trader retail binary options. Menurut temuan tersebut, otomatisasi menjadi faktor penting di pasar ini: 43% responden menggunakan bot Telegram, sinyal AI, atau peringatan trading otomatis, sementara 39% mulai melakukan lebih banyak trade setelah mengadopsi alat tersebut.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Bagaimana alat AI memengaruhi trader binary options
Studi berjudul “How AI Bots Influence Trading Decisions in Binary Options,” menunjukkan bahwa alat AI sudah terintegrasi secara mendalam dalam trading binary options. Bot Telegram, grup Discord, sinyal AI, dan sistem copy trading semakin memengaruhi cara trader retail menemukan ide trading dan membuka posisi.
Menurut Traders Union, 31% responden membuka trade segera setelah menerima notifikasi, tanpa melakukan analisis pasar tambahan. Sebanyak 42% lainnya melakukan trade dalam waktu lima menit setelah menerima sinyal. Hal ini menunjukkan bahwa bagi sebagian trader, kecepatan mulai menggantikan analisis independen.
Dampak otomatisasi sangat terlihat dalam trading jangka pendek. Trader yang menggunakan opsi dengan kedaluwarsa 60 detik dan 5 menit adalah yang paling bergantung pada sinyal AI. Ini mengonfirmasi bahwa semakin pendek siklus trading, semakin besar peran notifikasi, urgensi, dan pengambilan keputusan emosional.
Mengapa otomatisasi dapat meningkatkan risiko
Studi tersebut mengungkapkan adanya kesenjangan antara ekspektasi trader dan hasil aktual. Meskipun 52% responden percaya bahwa AI meningkatkan performa trading, hanya 21% yang melaporkan pertumbuhan profitabilitas jangka panjang. Di saat yang sama, 34% menyatakan bahwa hasil mereka memburuk setelah menggunakan sinyal AI.
Salah satu alasan utamanya adalah aktivitas trading yang berlebihan. Menurut studi tersebut, 41% responden meningkatkan jumlah trade per hari setelah menggunakan sistem AI, sementara 36% beralih ke durasi kedaluwarsa yang lebih pendek. Sebanyak 33% lainnya mulai menghabiskan lebih sedikit waktu untuk analisis independen.
Pengalaman trader juga memainkan peran penting. Peserta dengan pengalaman kurang dari satu tahun secara signifikan lebih cenderung memercayai sinyal AI dibandingkan trader yang lebih berpengalaman. Menurut studi tersebut, 47% pemula memercayai sinyal semacam itu, dibandingkan dengan 19% di antara trader dengan pengalaman lebih dari tiga tahun.
Bagaimana studi ini dilakukan
Studi Traders Union dilakukan sebagai survei online terstruktur menggunakan metodologi CAWI. Sebanyak 1.200 trader retail berpartisipasi.
Sampel mencakup responden berusia 18+ yang telah melakukan trading binary options atau instrumen spekulatif jangka pendek selama 12 bulan terakhir. Studi ini mencakup audiens multi-pasar global dan berfokus pada trader yang menggunakan alat trading digital, termasuk saluran Telegram, grup Discord, sinyal AI, dan notifikasi seluler.
Temuan studi ini juga dibandingkan dengan materi dan peringatan dari IOSCO, ESMA, FCA, SEC, BIS, dan OECD, yang sebelumnya telah menunjukkan risiko rekomendasi trading otomatis, promosi keuangan digital, gamifikasi, dan perilaku impulsif di kalangan investor retail.
Sebagai pengingat, dalam studi Traders Union sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa 58% trader kripto menggunakan media sosial.
Berita AI Terbaru
- Forex
- Crypto