Ashutosh Sureka

Komdigi perkuat literasi digital untuk menekan risiko judi online di Indonesia

Komdigi perkuat literasi digital untuk menekan risiko judi online di Indonesia
Cegah judi online efektif

Pemberantasan judi online di Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada pemblokiran situs, akun, dan aplikasi, karena pelaku terus muncul dengan domain baru dan pola penyebaran yang makin adaptif. Komdigi menilai literasi digital menjadi lapisan pencegahan penting agar masyarakat tidak mudah terjebak, sementara penanganan juga diperluas ke transaksi keuangan dan penegakan hukum lintas sektor.

Sorotan

  • Komdigi memperketat pengawasan ruang digital menggunakan AI dan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN), mewajibkan PSE menurunkan konten judi online dalam waktu tertentu.
  • Patroli siber berulang dilakukan untuk mengatasi regenerasi domain dan perluasan modus pelaku, dengan fokus pada pemetaan domain baru serta konsistensi pemblokiran.
  • Komdigi berkoordinasi dengan kepolisian, OJK, PPATK, dan platform digital untuk menghentikan transaksi terkait judi online serta memerintahkan pemutusan akses terhadap rekening dan aset digital ilegal.

Strategi pengawasan konten dan moderasi platform

Seperti diberitakan Kompas.com, Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan penanganan judi online dijalankan berdasarkan kewenangan dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU ITE. Aturan itu mewajibkan pemerintah mencegah penyebarluasan muatan yang melanggar hukum, termasuk perjudian, melalui pemutusan akses dan kewajiban moderasi mandiri oleh Penyelenggara Sistem Elektronik.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan pengawasan tidak hanya menyasar situs judi online, tetapi juga akun media sosial, aplikasi, dan berbagai konten promosi di ruang digital. Komdigi melakukan patroli siber, memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence, serta terus memperbarui identifikasi modus dan kata kunci baru yang digunakan pelaku untuk menghindari deteksi.

Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Komdigi memperkuat kepatuhan platform digital melalui Sistem Kepatuhan Moderasi Konten, atau SAMAN. Melalui mekanisme ini, setiap PSE diwajibkan merespons dan menurunkan konten perjudian dalam jangka waktu yang telah ditentukan, termasuk saat menghadapi perluasan modus spam komentar di berbagai platform.

Dampak lintas sektor dan fokus pencegahan

Komdigi menilai sifat ruang digital yang dinamis dan lintas batas membuat praktik judi online terus bermunculan meski penindakan dilakukan secara masif. Pelaku dapat cepat mengganti domain, alamat IP, dan server setelah akses diputus, lalu menghidupkan kembali operasi melalui mirror site dan domain shifting.

Karena itu, kementerian tidak hanya memblokir domain yang ditemukan, tetapi juga menjalankan patroli berulang dengan kumpulan kata kunci yang telah diidentifikasi. Pendekatan ini dipakai untuk memetakan regenerasi domain, menemukan situs baru setiap hari, dan menjaga konsistensi pemblokiran sambil memperkuat penggunaan AI dan koordinasi lintas sektor.

Di sisi penegakan hukum dan keuangan, Komdigi berkoordinasi dengan kepolisian, OJK, PPATK, serta platform digital untuk memutus aliran transaksi yang terkait perjudian. PPNS Komdigi juga berwenang membuat data perjudian tidak dapat diakses dan memerintahkan PSE memutus akses sementara terhadap akun media sosial, rekening bank, uang elektronik, dan aset digital yang terkait tindak pidana.

Menurut Alexander, kerja sama tersebut membuat penanganan tidak hanya berfokus pada konten, tetapi juga pada aliran dana dan berbagai dukungan yang menopang ekosistem judi online. Meski penegakan hukum terus diperkuat, Komdigi menegaskan pencegahan melalui edukasi dan literasi digital tetap menjadi langkah yang sama pentingnya.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kampanye Nyaman Bersama Mandiri, kami mengulas upaya Bank Mandiri memperkuat layanan dan keamanan transaksi lewat penguatan kanal digital, integrasi dengan jaringan cabang, serta fitur proteksi berlapis pada Livin’ dan Kopra. Kami juga menyoroti bagaimana peningkatan kapabilitas teknologi—termasuk pemanfaatan AI—ditujukan untuk menjaga kenyamanan nasabah di tengah meningkatnya aktivitas digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.