Bank SMBC Indonesia siapkan strategi hadapi potensi kenaikan BI Rate
Di tengah proyeksi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada RDG Mei 2026, PT Bank SMBC Indonesia Tbk menyiapkan langkah untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan menekan dampak terhadap biaya dana. Bank ini menitikberatkan penguatan manajemen risiko, peningkatan dana murah, dan diversifikasi pendapatan berbasis komisi saat tekanan nilai tukar rupiah masih berlanjut.
Sorotan
- SMBC Indonesia menyiapkan strategi manajemen risiko dan penyesuaian bisnis menghadapi potensi kenaikan BI Rate akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
- Bank memfokuskan pertumbuhan dana murah dalam portofolio dana pihak ketiga serta memperkuat layanan transactional banking melalui aplikasi digital Jenius untuk menekan biaya dana.
- SMBC Indonesia meningkatkan fee based income, khususnya dari layanan lindung nilai, guna menyeimbangkan pendapatan bunga bersih di tengah potensi pelemahan permintaan kredit.
Langkah bisnis untuk meredam tekanan suku bunga
Kepada Kontan, Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan potensi kenaikan BI Rate sangat mungkin terjadi, terutama seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Ia menilai Bank Indonesia memiliki strategi untuk menjaga stabilitas kurs, sementara pelaku perbankan perlu menyiapkan penyesuaian bisnis apabila suku bunga acuan benar-benar naik.SMBC Indonesia, kata Henoch, sudah mempertimbangkan strategi bisnis yang akan dijalankan dalam skenario tersebut. Salah satu fokus utamanya adalah disiplin dalam manajemen risiko, yang dinilai menjadi faktor paling penting agar bank tetap bisa bertumbuh di tengah tekanan ekonomi.
Selain itu, bank terus mendorong pertumbuhan dana murah dalam portofolio dana pihak ketiga. Langkah ini ditempuh untuk menekan biaya dana, yang berpotensi ikut naik ketika BI Rate meningkat.
Fokus dana murah dan pendapatan komisi
Saat ini SMBC Indonesia memusatkan perhatian pada penguatan layanan transactional banking, terutama melalui aplikasi digital Jenius. Menurut Henoch, bank tidak bisa terlalu bergantung pada deposito karena instrumen itu terdampak langsung oleh kenaikan suku bunga, sehingga peningkatan transaksi nasabah menjadi salah satu cara untuk membantu menetralkan dampak kenaikan tersebut.Di sisi lain, SMBC Indonesia juga berupaya meningkatkan fee based income untuk menyeimbangkan pendapatan bunga bersih yang berisiko tertekan ketika permintaan kredit melandai. Henoch mengatakan ketergantungan yang terlalu besar pada penyaluran pinjaman dapat memicu kenaikan lending rate, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan minat nasabah dan memperbesar undisbursed loan.
Salah satu sumber utama pendapatan komisi SMBC Indonesia saat ini berasal dari layanan lindung nilai atau hedging. Layanan ini, menurut Henoch, semakin dibutuhkan nasabah untuk melindungi nilai aset mereka di tengah fluktuasi kurs.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang klarifikasi Purbaya Yudhi Sadewa atas pernyataan Presiden Prabowo soal warga desa yang tidak memakai dolar AS, kami mengulas respons pemerintah saat rupiah melemah ke kisaran Rp17.600 per dolar AS. Pemerintah menekankan fundamental ekonomi dan APBN tetap kuat, serta meminta publik tidak panik karena dampak pelemahan kurs—termasuk imported inflation—dinilai tidak langsung menekan daya beli, khususnya di pedesaan.
Berita Fintech Terbaru
- Forex
- Crypto