Aftech melihat universal banking membuka integrasi bank dan fintech di Indonesia

Aftech melihat universal banking membuka integrasi bank dan fintech di Indonesia
Universal banking percepat integrasi

Di tengah kajian Otoritas Jasa Keuangan terhadap penerapan universal banking, Asosiasi Fintech Indonesia menilai konsep itu berpotensi mempercepat transformasi sektor jasa keuangan nasional. Skema tersebut dinilai dapat memperkuat integrasi layanan keuangan, meningkatkan efisiensi industri, dan memperluas posisi Indonesia dalam persaingan keuangan digital regional.

Sorotan

  • Aftech menilai universal banking mendorong integrasi bank dan fintech, menandai pergeseran industri jasa keuangan dari fragmentasi ke konsolidasi dan keberlanjutan.
  • Pandu Sjahrir menyebut Indonesia berpeluang menjadi pembentuk standar industri keuangan digital regional lewat integrasi erat sektor pembayaran, pendanaan, dan investasi.
  • Indonesia Digital Bank Summit 2026 pada 7 Juli akan membahas integrasi perbankan dan fintech, kesejahteraan finansial, kontribusi ekonomi inklusif, serta infrastruktur digital.

Arah integrasi layanan keuangan

Seperti dilaporkan KONTAN, Aftech memandang universal banking sebagai perubahan arah industri jasa keuangan dari model yang terfragmentasi menjadi semakin terintegrasi, termasuk antara perbankan dan perusahaan fintech. Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi pada Senin, 22 Juni 2026, mengatakan konsep itu menandai babak baru bagi ekosistem layanan keuangan digital, saat industri bergerak dari ekspansi menuju konsolidasi, dari pertumbuhan menuju keberlanjutan, dan dari fragmentasi menuju integrasi.

Menurut Pandu, integrasi yang lebih erat antara bank, fintech, dan pelaku jasa keuangan lain membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam pembentukan standar industri keuangan digital di kawasan. Ia menilai Indonesia memiliki peluang nyata untuk menjadi pembentuk aturan, bukan sekadar pasar, khususnya pada sektor pembayaran, pendanaan, dan investasi.

Namun, Aftech mengingatkan implementasi universal banking juga menuntut penguatan tata kelola, manajemen risiko, kapasitas teknologi, ketahanan siber, serta perlindungan data dan konsumen. Perubahan arsitektur sektor keuangan itu dinilai mendorong pelaku industri untuk lebih berfokus pada perjalanan nasabah dan peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat, bukan hanya pada penyediaan akses layanan keuangan.

Dampak bagi industri dan agenda IDBS 2026

Sejalan dengan perkembangan itu, Aftech akan menggelar Indonesia Digital Bank Summit 2026 pada 7 Juli 2026 di Jakarta. Forum ini akan mempertemukan lebih dari 300 pemimpin industri perbankan, fintech, regulator, akademisi, dan pelaku sektor riil untuk membahas arah transformasi sektor jasa keuangan nasional.

Pandu mengatakan dinamika sektor jasa keuangan dan pengenalan konsep universal banking mendorong Aftech mengangkat tema tersebut dalam agenda tahun ini. Ke depan, menurut dia, arsitektur sektor jasa keuangan akan semakin terintegrasi dan berorientasi pada kesejahteraan finansial konsumen serta produktivitas sektor riil.

IDBS 2026 akan membahas empat tema utama, yaitu integrasi ekosistem perbankan dan fintech, peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat, penguatan kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif, serta pembangunan infrastruktur digital sebagai fondasi sistem keuangan masa depan. Agenda ini menunjukkan pembahasan universal banking tidak hanya menyentuh model bisnis lembaga keuangan, tetapi juga arah pengembangan infrastruktur dan daya saing sektor keuangan Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengetatan likuiditas perbankan Indonesia, kami mengulas kenaikan loan to deposit ratio (LDR) ke 86,8% pada April 2026 saat pertumbuhan dana pihak ketiga melambat di tengah gejolak global dan tren suku bunga naik. Kami juga menyoroti dampaknya terhadap biaya dana dan margin, serta strategi bank memperkuat dana murah (CASA) dan lebih selektif menyalurkan kredit hingga akhir 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.