Ashutosh Sureka

Amar Bank pilih pertumbuhan kredit berkelanjutan saat permintaan pembiayaan digital naik

Amar Bank pilih pertumbuhan kredit berkelanjutan saat permintaan pembiayaan digital naik
Amar Bank jaga pertumbuhan

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan persaingan perbankan yang makin ketat, Amar Bank menyatakan tetap menahan laju ekspansi kredit agar pertumbuhan bisnis tetap terjaga. Bank ini menilai permintaan pembiayaan, terutama kredit digital, terus meningkat, sehingga penyaluran kredit masih berpeluang tumbuh sehat hingga akhir tahun tanpa mengorbankan profitabilitas dan kualitas aset.

Sorotan

  • Permintaan kredit digital Amar Bank naik, kredit bruto per Maret 2026 tumbuh 30,62% yoy menjadi Rp 4,16 triliun.
  • Total aset Amar Bank pada Maret 2026 naik 34,72% yoy menjadi Rp 6,93 triliun, seiring strategi pertumbuhan kredit berkelanjutan.
  • Amar Bank memilih pertumbuhan kredit terkendali untuk menjaga profitabilitas dan kualitas aset di tengah naiknya permintaan kredit digital.

Strategi penyaluran kredit dan kinerja terkini

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Direktur Retail Banking Amar Bank Abraham Christo Lumban Batu mengatakan dalam paparan publik di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026, bahwa permintaan terhadap produk pembiayaan perseroan, khususnya kredit digital, terus menunjukkan tren positif. Manajemen menegaskan pertumbuhan kredit yang tidak terlalu agresif merupakan pilihan strategis yang sengaja diambil, meski permintaan pasar terus naik.

Menurut Abraham, perseroan lebih memilih menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan tetap menguntungkan dibanding mengejar ekspansi kredit yang terlalu cepat. Pendekatan itu difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan kredit, profitabilitas, dan kualitas aset, serta disebut telah menjadi strategi Amar Bank dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga Maret 2026, kredit bruto Amar Bank naik 30,62% secara tahunan menjadi Rp 4,16 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit itu ikut mendorong total aset perseroan meningkat 34,72% year on year menjadi Rp 6,93 triliun.

Dampak bagi prospek perbankan digital

Strategi kehati-hatian Amar Bank mencerminkan upaya bank digital menjaga fondasi bisnis di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kondisi pasar yang masih berlangsung. Dengan tidak mendorong pertumbuhan terlalu cepat, perseroan berupaya membatasi risiko tekanan terhadap laba dan kualitas pembiayaan.

Bagi industri perbankan Indonesia, langkah ini menunjukkan bahwa kenaikan permintaan kredit digital tidak selalu direspons dengan ekspansi agresif. Amar Bank justru melihat ruang pertumbuhan tetap terbuka melalui laju yang lebih stabil, sehingga kesehatan neraca dan keberlanjutan kinerja dapat dipertahankan sambil menangkap pertumbuhan pasar pembiayaan digital.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penurunan NPL net Amar Bank ke 0,86% pada kuartal I-2026, kami menyoroti bagaimana bank memperkuat underwriting digital dan terus memutakhirkan credit scoring untuk menjaga kualitas aset. Kami juga mencatat porsi penyaluran kredit yang besar ke segmen UMKM serta pertumbuhan kredit mikro yang tetap solid, didukung pencadangan yang konservatif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.