Amar Bank andalkan ekosistem digital untuk dorong dana murah di tengah suku bunga tinggi

Amar Bank andalkan ekosistem digital untuk dorong dana murah di tengah suku bunga tinggi
Strategi digital Amar Bank

Di tengah tekanan suku bunga tinggi dan persaingan ketat penghimpunan dana, PT Bank Amar Indonesia Tbk memilih memperkuat ekosistem digital untuk meningkatkan dana murah atau CASA. Bank ini menilai pengalaman nasabah, kemudahan layanan, dan fitur aplikasi menjadi penopang penting selain penawaran bunga yang kompetitif.

Sorotan

  • Amar Bank mengandalkan aplikasi digital untuk segmen ritel dan bisnis guna meningkatkan CASA serta memperluas basis nasabah di tengah persaingan suku bunga tinggi.
  • Komposisi dana pihak ketiga Amar Bank tetap stabil meski BI Rate naik, tanpa pergeseran signifikan dana dari tabungan dan giro ke deposito.
  • Tekanan cost of fund Amar Bank masih terbatas dan perubahannya belum signifikan walaupun suku bunga acuan mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Strategi digital untuk penghimpunan CASA

KONTAN Indonesia melaporkan, Amar Bank menempatkan pengembangan ekosistem digital sebagai strategi utama untuk menarik dana dari segmen ritel, UMKM, dan korporasi. Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane Wardhana, mengatakan penghimpunan CASA tidak hanya bergantung pada suku bunga, tetapi juga pada kualitas layanan serta pengalaman nasabah saat menggunakan aplikasi bank.

Perseroan saat ini mengandalkan dua ekosistem utama, yakni aplikasi Amar Bank untuk nasabah ritel dan Amar Bank Bisnis untuk segmen UMKM serta korporasi. Melalui penguatan kedua platform tersebut, bank berharap dapat memperoleh CASA yang kompetitif sekaligus memperluas basis nasabah.

Amar Bank juga menyatakan akan terus meninjau strategi suku bunga sambil mengembangkan layanan digital agar tetap sesuai dengan kebutuhan nasabah. Menurut manajemen, keputusan penempatan dana di bank tidak semata ditentukan oleh tingkat bunga, tetapi juga oleh kenyamanan bertransaksi dan kelengkapan fitur digital.

Tantangan bunga acuan dan stabilitas dana

Kenaikan BI Rate tetap menjadi tantangan terbesar bagi Amar Bank pada tahun ini karena mendorong bank lain menawarkan bunga simpanan yang lebih tinggi untuk menarik dana masyarakat. Meski begitu, perseroan belum melihat pergeseran dana nasabah yang signifikan dari tabungan dan giro ke deposito.

Kevin mengatakan komposisi dana pihak ketiga Amar Bank hingga kini masih relatif stabil walaupun dalam beberapa bulan terakhir suku bunga acuan meningkat. Perseroan berharap kondisi tersebut tetap terjaga hingga akhir tahun seiring naiknya aktivitas transaksi nasabah di platform digitalnya.

Dari sisi biaya dana atau cost of fund, Amar Bank menilai tekanannya masih terbatas. Manajemen menyebut perubahan cost of fund sejauh ini belum terlalu signifikan dan angkanya masih relatif stabil bagi bank.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi Allo Bank menjaga CASA di tengah tren suku bunga tinggi, kami mengulas fokus bank pada peningkatan aktivitas transaksi nasabah di kanal digital agar rekening menjadi pilihan utama untuk kebutuhan harian. Kami juga menyoroti bahwa Allo Bank memilih memperkuat ekosistem dan fitur pembayaran digital—seraya mengelola cost of fund secara disiplin—alih-alih mengandalkan perang bunga deposito.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.