Amar Bank tekan NPL net ke 0,86% seiring penguatan underwriting digital
Pertumbuhan kredit mikro yang tetap kuat pada kuartal I-2026 mendukung optimisme PT Bank Amar Indonesia Tbk dalam menjaga kualitas aset hingga akhir tahun. Bank ini mencatat rasio kredit bermasalah bersih turun menjadi 0,86%, dari 1,48% pada periode yang sama tahun lalu, di tengah penyaluran kredit yang banyak mengalir ke segmen UMKM.
Sorotan
- Amar Bank berhasil menekan NPL net ke 0,86% pada kuartal I-2026 berkat penguatan underwriting digital dan pemutakhiran credit scoring.
- Lebih dari 50% portofolio kredit Amar Bank disalurkan ke segmen UMKM yang dinilai tetap tangguh di tengah perlambatan ekonomi.
- Pertumbuhan kredit mikro Amar Bank naik 22,7% yoy pada kuartal I-2026, didukung kombinasi ekspansi kredit mikro, underwriting digital, dan pencadangan konservatif.
Strategi digital untuk menjaga kualitas kredit
KONTAN melaporkan, perbaikan kualitas aset Amar Bank ditopang oleh penguatan proses underwriting berbasis teknologi dan pemutakhiran sistem penilaian risiko secara berkala, seperti disampaikan Direktur Retail Banking Amar Bank Abraham Christo Lumban Batu dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Ia mengatakan seluruh proses penyaluran kredit di Amar Bank dilakukan secara digital dengan mengandalkan sistem credit scoring yang terus diperbarui mengikuti perubahan perilaku nasabah dan tren risiko terkini.Menurut Abraham, credit scoring menjadi salah satu komponen krusial dalam proses underwriting karena terus diperbarui dan disempurnakan secara berkala. Selain seleksi kredit yang lebih ketat, bank juga menjaga komunikasi aktif dengan nasabah untuk mendeteksi potensi masalah pembayaran sejak dini.
Ia menambahkan capaian NPL net 0,86% telah memperhitungkan pencadangan yang konservatif. Dengan pendekatan kehati-hatian tersebut, rasio kredit bermasalah yang rendah dinilai mencerminkan kualitas portofolio yang sehat.
Daya tahan UMKM menopang portofolio
Lebih dari separuh portofolio kredit Amar Bank disalurkan ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah, namun perseroan menilai kelompok ini tetap memiliki daya tahan yang baik di tengah perlambatan ekonomi. Abraham mengatakan pelaku UMKM cenderung lebih fleksibel dan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan besar saat menghadapi tekanan usaha.Pandangan itu sejalan dengan pertumbuhan keuangan kredit mikro Amar Bank yang naik 22,7% secara tahunan pada kuartal I-2026. Kombinasi ekspansi kredit mikro, underwriting digital, dan pencadangan konservatif menjadi faktor utama yang menopang kualitas aset bank di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kenaikan BI Rate Bank Indonesia ke 5,75%, kami membahas respons perbankan terhadap pengetatan moneter yang berpotensi mendorong kenaikan cost of fund dan penyesuaian suku bunga kredit. Kami juga menyoroti bahwa bank-bank besar menilai kualitas portofolio tetap terkendali, tercermin dari rasio NPL yang rendah, sembari tetap adaptif menghadapi perubahan profil risiko.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto