Indonesia Eximbank bukukan laba bersih Rp77 miliar pada triwulan I 2026

Indonesia Eximbank bukukan laba bersih Rp77 miliar pada triwulan I 2026
Eximbank laba naik tajam

Kinerja pembiayaan ekspor nasional yang membaik ikut menopang hasil keuangan Indonesia Eximbank pada triwulan I 2026. Lembaga ini mencatat laba bersih Rp77 miliar, naik 81% secara tahunan, seiring kenaikan aktivitas bisnis dan perbaikan kualitas aset.

Sorotan

  • Indonesia Eximbank membukukan laba bersih Rp77 miliar pada triwulan I 2026, menunjukkan kinerja keuangan positif tahun berjalan.
  • Realisasi disbursement PKE triwulan I 2026 sebesar Rp3,6 triliun naik 39% secara tahunan, didorong kontribusi terbesar dari Program PKE Trade Finance dan Kawasan.
  • LPEI mencetak 120 eksportir baru dan total akumulasi mencapai 1.774 eksportir per Maret 2026, memperkuat ekosistem ekspor nasional dari sisi pembiayaan dan pengembangan kapasitas.

Dukungan PKE dan pengembangan eksportir

Dalam penugasan khusus ekspor, realisasi disbursement PKE pada triwulan I 2026 mencapai Rp3,6 triliun, meningkat 39% secara tahunan. Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan menjadi kontributor disbursement terbesar, sedangkan Program PKE UKM menjadi program dengan portofolio debitur terbanyak, yang menunjukkan akomodasi terhadap kebutuhan pelaku UKM berorientasi ekspor.

Sukatmo mengatakan program PKE membantu pelaku usaha berorientasi ekspor meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya ke negara-negara non-tradisional.

Selain kinerja keuangan, Indonesia Eximbank juga memperkuat peran pengembangan ekspor melalui layanan konsultasi untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha. Hingga Maret 2026, total Desa Devisa binaan mencapai 2.379 desa, dengan 199 Desa Devisa mengalami peningkatan kualitas melalui penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen ekspor, penguatan proses produksi, dan perluasan akses pasar termasuk melalui kegiatan business matching.

LPEI juga mencetak 120 eksportir baru, sehingga total akumulasi eksportir baru mencapai 1.774 eksportir. Capaian ini menunjukkan penguatan ekosistem ekspor nasional tidak hanya berasal dari pembiayaan, tetapi juga dari penjaminan, asuransi, dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai BUMN khusus ekspor, kami mengulas perubahan tata kelola ekspor komoditas SDA melalui penetapan pengekspor tunggal. Aturan ini mewajibkan ekspor komoditas tertentu seperti sawit, batu bara, dan paduan besi dilakukan lewat BUMN yang ditunjuk untuk meningkatkan transparansi, memperketat pengawasan, serta menekan praktik under invoicing dan transfer pricing. Skemanya juga menempatkan BUMN sebagai penyalur hasil penjualan ekspor kepada pelaku usaha dalam alur transaksi yang lebih terpusat dan terpantau.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.